Minggu, 27 Juli 2014

SYUKUR KU

Ramadhan telah berlalu, tak terasa lebaran telah datang. begitu besar rasa syukur kami kepada ya Allah. Tanpa ada rasa sia-sia kau berikan kami umur sepanjang ini, hingga kami masih bisa merasakan hari yang begitu indah ini. Kau berikan kami bulan yang penuh rahmat, hingga kami bisa merasakan perubahan-perubahan tiap tahunnya. salam kehangatan untukmu Ya Rabb. 

Terima kasih engkau telah memberikan aku teman-teman yang saleh dan saleha. Begitu besar perbedaanku bergaul dengan teman yang biasa, teman agama lain, dan juga teman yang taat pada mu. Aku percaya, tentang cerita orang yang jual minyak wangi. aku memang pernah berteman baik dengan anak kristen, ia broken home, ku tanya padanya kenapa ia tidak masuk ke agama islam. jawabnya " aku takut dimusuhi keluarga ku dan diusir dari keluarga ku". Hampir satu tahun kami tidak berjumpa, ku lihat di dinding facebooknya betapa banyak pujiannya ke pada tuhannya. aku sadar, teman memang memberikan dampak negatif ataupun positif. Dipertemananku di SMP ini aku yang tekena dampak negatif dari berteman dengan agama lain, yah walaupun sedikit. aku memang masih menjalankan solat 5 waktu, tapi ku sadar tentang kebohongan, kekonyolan ku saat berteman dengannya. Bukan maksud ku aku berubah menjadi buruk karenanya. Ia juga memberikan motivasi kepadaku tentang ketabahn, kesabaran seorang anak yang ditinggal oleh kedua orang tuanya, aku juga belajr tentang kemandirian dan behemat dengannya.

kini aku telah beranjak SMA dan kita pun terpisah. Disini titik terang telah muncul di hidupku. Allah memberikan petunjuk dengan menyuruh kalbuku untuk bergabung dengan ekstrakurikuler. Begitu banyak pelajaran tentang agama islam yang dapat ku teladani, begitu banyak keuntungan tanpa ada kerugian sedikit pun aku bergabung di ekskul tersebut. Bergabung dengan orang-orang yang saleh, menemukan teman baru yang baik dari komunitas islam, bahkan menemukan teman di sekolah laun yang bergabung di eksrakurikuler rohis. Lumayan banyak silaturahin diantara kita walaupun ada yang tak saling kenal sebelumnya. Melatih menjadi seorang pemimpin merupakan salah satu manfaat aku bergabung di ekskul ini. Alhamdulillah aku di berikan teman seperti Rendi dan Ayu yang sudah menjadi ustad di sekolah kalo aku sama naga bingung tentang bid'ah ataupun salaf. Ojan, Naga(nadya), Arum, yang sudah ngingetin kalo aku salah. Nurul, Deni, Randy (temen jauh) yg sudah beri ilmunya. 

Alhamdulillah Ya Allah, terima kasih engkau masih memberikan kami orang-orang yang menyayangi kami walaupun tak seberapa besar dengan kasih sayangmu. Titipkan salam kami kepada nabi tercinta kami ya allah. Berikanlah kami umur yang berkah. Jaga kami agar kami selalu istiqomah di jalanmu. Cabutlah nyawa kami terutam aku bila memang di umurku yang sisa ini terlalu banyak dosa yang kami lakukan. Bantu kami agar kami meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Dan insyaallah pertemukan  kami di bulan Ramadhanmu tahun depan Ya Rabb, tanpa ada kehilangan seorang pun yang kami sayang. Amin ya rabb..

Kamis, 24 Juli 2014

tak seburuk yang dipikirkan



Apa itu Interpersonal? Memahami diri orang lain? Kalau intra personal?memahami diri sendiri? Terus dimana letak keunggulan dari memiliki bakat itu? Sejak lahir yang sudah ditakdirkan untuk memiliki sifat interpersonal tinggi mungkin sedikit bingung tentang sejauh mana pandangan kita tentang sifat interpersonal. Awalnya kupikir interpersonal bukanlah suatu bakat yang sangat penting untuk menunjang masa depanku. Ku lihat hasil DMI (bakat sidik jari ku) disitu tertera profesi yang aku lakukan untuk masa depan bukanlah menjadi seorang penulis, atau penyiar, atau apapun yang aku suka saat ini. Sedih terlintas dipikiranku, hal yang sudah aku asah akan sia-sia. 

Kutanya pada guru ku, “kok bisa saya punya bakat interpersonal?” pekerjaan apa yang busa aku lakukan kelak? Hanya jadi tempat curhat orang lain atau yang lain?” jawabnya singkat “ itu adalah bakat yang bagus, setiap pekerjaan membutuhkan interpersonal yang tinggi, terlebih lagi jadi direktur”

Satu bulan pun berlalu dari hasil DMI itu keluar, kutemukan jawaban dari kegelisah ini. Kegundahan hati yang takut menjadi pengangguran di hari kelak sirna. Ku punya Allah, ku punya sahabat, ku punya kemampuan untuk menangkap apa yang terjadi pada teman-temanku, suasana hati temanku, setidaknya cita-cita ku untuk menjadi dokter jiwa masih terus membara, ku pasrah dengan takdir Allah SWT. Ku asah bakat ini dengan memperhatikan raut muka orang didepanku, ku dengarkan curhatan hati mereka, dan ku cari jawaban dari masalah mereka. Mungkin, bukan hanya menjadi dokter jiwa aku pun bisa menjadi direktur. Jadi, jangan menetapkan masalah menjadi negatif, pikirkan dahulu, karena dibalik semuanya pasti ada jawaban yang indah.

Selasa, 08 Juli 2014

CRUSH

I'm sure, i have feeling to you but I don't knowhow I can explain my heart. in the fct, we are so far. we are never talk together. we just send message. i like you and I know, I don't lie about my feeling.
maybe, it's so embrassed if I have the first person who trust "I love to you".  I'm sorry if this opportunity I get your time, I'm sorry if I make you annoyed.

The last word to you, I always wait you because i know if you also have felling to me.