Kamis, 14 Juli 2016

Keyakinan Tak Akan Terkalahkan



Kata orang sih sehat itu mahal. Kesehatan tiada duanya walaupun harta melimpah. Apa gunanya itu semua bila gak bisa dinikmati. Tapi, sepandai-pandainya kita menjaga kesehatan kalau allah berkehendak untuk memberikan penyakit. Kita bisa apa? Ya usaha. Usaha untuk menyembuhkannya. Allah sudah menyatakannya dalam al-qur’an bila, tiada penyakit tanpa obatnya. Hanya saja, kita manusia yang belum bisa menemukan obat tersebut. 

Setiap orang pasti merasakan sakit. Paling tidak flu, sakit kepala, demam, dan batuk. Dapat dikatakan bila itu adalah penyakit yang biasa saja. Tapi, kita merasa risih dan selalu ingin cepat sembuh darinya. Lalu bagaimana dengan orang yang mengidap penyakit yang lebih dari itu. Tidakkah kita merasakan penderitaannya? Tentu tak bisa, walau dokter sekali pun. Hanya ia seorang yang merasakannya. 

Begitu besar kuasa allah yang dapat memberikan dan menyembuhkan penyakit. Gue tahu, allah sangat sayang dengan mereka yang mengidap penyakit-penyakit itu. Allah juga menguji keimanan mereka. Tapi tiada yang tahu rencana allah kedepannya. Mungkin saja, penyakit itu akan hilang dengan sendirinya tanpa obat sedikit pun. Mungkin dengan air putihh, mungkin dengan membaca al-quraan tiap hari. Siapa tahu?

Saat kau gantungkan asa di depan matamu, engkau akan meraihnya. Karena, keajaiban akan datang ketika harapan masih ada. Itu yang selalu jadi motivasi gue. Alhamdulillah gue saat ini sehat. Tapi mama gue lagi diuji nih keimanan dan kesabarannya. Hari ini, ia sudah berobat ke rs. Hermina yang ditangani oleh dokter seta poli bedah. Tahap selanjutnya, beliau akan melakukann citiscan dua hari lagi di rs. Hermina.

Tak pernah gue duga mama bisa mengidap penyakit ini. Setelah nenek (ibunya mama)mengidap penyakit yang sama. Yakni tumor hanya saja mama tumor ginjal dan nenek tumor di rahim. Alhamdulillah nenek gue terselamatkan dari penyakit tersebut, umur yang panjang hingga sekarang nenek masih ada di dunia ini. Gimana gak trauma? Mama yang ngurusin nenek waktu nenek sakit, terlebih saat nenek di kemo. Saat rambut nenek mulai rontok, nenek kepanasan saat obat bereaksi, dan masih bnyak lagi. Mama takut, hal serupa akan terjadi padanya. Ya allah, gue gak akan tahan bila ngelihat mama gue ngalamin hal itu.

Gue emang punya tahi lalat di mata. Kata orang sih yang punya tahi lalat di mata itu cengeng. Tapi, gak termasuk gue. Uni dan mama lebih cengeng dibanding gue. Gue emang kuat nahan air mata gue di depan orang lain. Tapi, bagai banjir yang terasa saat gue sendirian berada di kamar. Membayangkan semua masalah ini. Ku berikan senyum terbaikku di depan orang yang gue sayang, terlebih mama.

Gue takut. Sumpah gue takut. Takut hal yang tak diinginkan terjadi. Gue belum siap untuk menjalani apa yang gue bayangin.

Hidup yang gue jalanin Cuma buat mama dan papa, karena aku sayang mereka lebih dari apapun didunia ini. Bakal gue lakukan semampunya untuk mengurusmu ma.

Keluhmu perihnya sakit itu membuat jantungku sakit ma. Sering kali kualihkan. Karena kutahu, engkau akan sedih saat ku bahas itu padamu. Tekanan darahmu pun semakin tinggi memikirkannya. Apa daya anakmu ini ma. Gue bukan dokter. Gue Cuma bisa ngehibur mama dan ngebantu mama pergi kedokter ataupun melakukan tugas rumah. Bahkan akan relakan kuliahku terbengkalai demi dirimu ma.

Mama gue udah di usg, dan hasil dikertas itu tertera mama menderita tumor di dekat ginjal sebelah kiri. Ciri tumornya, berdiameter 15cm, tak bertepi, dan heterogen. Dokter umum saat memberikan rujukan mengakatakan itu adalah tumor ganas. Ya Allah, jangan benarkan perkataan dokter itu ku mohon. Dokter seta juga bicara, bila tumor itu menempel di ginjal kiri, dengan terpaksa ginjal kiri mama ikut diangkat. Dan semoga ini juga gak akan terjadi.

Andaikan ada dokter bedah dan petugas kesehatan yang membaca artikel ini, gue mohon bantuannya untuk melancar semua proses pengobatannya. Jangan ditunda tunda lagi. Gue gak tahan lihat mama gue terus menahan sakitnya.

Andaikan di malam ini ada orang yang membaca artikel ini, ku mohon doa kan juga mama ku agar diberikan kesehatan. Karena ini harga yang sangat berharga yang gue punya saat ini.
Bagi kalian yang merasakan hal yang sama, semoga orang yang kita sayang terbebaskan dari semua ini ya.

Bintang memang sangat jauh digantungkan diatas kepala kita. Tapi, kita masih bisa meraihnya.
Aku tahu kita akan bisa menjadi manusia yang kuat selama nafas masih berhembus. Gantungkan selalu asa mu di depan mata agar engkau merasa mudah untuk meraihnya. Dan jangan putuskan asa itu. Karena asa tak akan hilang meski diputuskan. Segera sambung dan gantungkan lagi saat asa mu jatuh terputuskan.





Your Love,




Chesie Leviani