Kata orang sih sehat itu
mahal. Kesehatan tiada duanya walaupun harta melimpah. Apa gunanya itu semua
bila gak bisa dinikmati. Tapi, sepandai-pandainya kita menjaga kesehatan kalau
allah berkehendak untuk memberikan penyakit. Kita bisa apa? Ya usaha. Usaha untuk
menyembuhkannya. Allah sudah menyatakannya dalam al-qur’an bila, tiada penyakit
tanpa obatnya. Hanya saja, kita manusia yang belum bisa menemukan obat
tersebut.
Setiap orang pasti merasakan
sakit. Paling tidak flu, sakit kepala, demam, dan batuk. Dapat dikatakan bila
itu adalah penyakit yang biasa saja. Tapi, kita merasa risih dan selalu ingin
cepat sembuh darinya. Lalu bagaimana dengan orang yang mengidap penyakit yang
lebih dari itu. Tidakkah kita merasakan penderitaannya? Tentu tak bisa, walau
dokter sekali pun. Hanya ia seorang yang merasakannya.
Begitu besar kuasa allah yang
dapat memberikan dan menyembuhkan penyakit. Gue tahu, allah sangat sayang
dengan mereka yang mengidap penyakit-penyakit itu. Allah juga menguji keimanan
mereka. Tapi tiada yang tahu rencana allah kedepannya. Mungkin saja, penyakit
itu akan hilang dengan sendirinya tanpa obat sedikit pun. Mungkin dengan air
putihh, mungkin dengan membaca al-quraan tiap hari. Siapa tahu?
Saat kau gantungkan asa di
depan matamu, engkau akan meraihnya. Karena, keajaiban akan datang ketika
harapan masih ada. Itu yang selalu jadi motivasi gue. Alhamdulillah gue saat
ini sehat. Tapi mama gue lagi diuji nih keimanan dan kesabarannya. Hari ini, ia
sudah berobat ke rs. Hermina yang ditangani oleh dokter seta poli bedah. Tahap selanjutnya,
beliau akan melakukann citiscan dua hari lagi di rs. Hermina.
Tak pernah gue duga mama bisa
mengidap penyakit ini. Setelah nenek (ibunya mama)mengidap penyakit yang sama. Yakni
tumor hanya saja mama tumor ginjal dan nenek tumor di rahim. Alhamdulillah nenek
gue terselamatkan dari penyakit tersebut, umur yang panjang hingga sekarang
nenek masih ada di dunia ini. Gimana gak trauma? Mama yang ngurusin nenek waktu
nenek sakit, terlebih saat nenek di kemo. Saat rambut nenek mulai rontok, nenek
kepanasan saat obat bereaksi, dan masih bnyak lagi. Mama takut, hal serupa akan
terjadi padanya. Ya allah, gue gak akan tahan bila ngelihat mama gue ngalamin
hal itu.
Gue emang punya tahi lalat di
mata. Kata orang sih yang punya tahi lalat di mata itu cengeng. Tapi, gak
termasuk gue. Uni dan mama lebih cengeng dibanding gue. Gue emang kuat nahan
air mata gue di depan orang lain. Tapi, bagai banjir yang terasa saat gue
sendirian berada di kamar. Membayangkan semua masalah ini. Ku berikan senyum
terbaikku di depan orang yang gue sayang, terlebih mama.
Gue takut. Sumpah gue takut. Takut
hal yang tak diinginkan terjadi. Gue belum siap untuk menjalani apa yang gue
bayangin.
Hidup yang gue jalanin Cuma buat
mama dan papa, karena aku sayang mereka lebih dari apapun didunia ini. Bakal gue
lakukan semampunya untuk mengurusmu ma.
Keluhmu perihnya sakit itu
membuat jantungku sakit ma. Sering kali kualihkan. Karena kutahu, engkau akan
sedih saat ku bahas itu padamu. Tekanan darahmu pun semakin tinggi
memikirkannya. Apa daya anakmu ini ma. Gue bukan dokter. Gue Cuma bisa ngehibur
mama dan ngebantu mama pergi kedokter ataupun melakukan tugas rumah. Bahkan akan
relakan kuliahku terbengkalai demi dirimu ma.
Mama gue udah di usg, dan
hasil dikertas itu tertera mama menderita tumor di dekat ginjal sebelah kiri. Ciri
tumornya, berdiameter 15cm, tak bertepi, dan heterogen. Dokter umum saat
memberikan rujukan mengakatakan itu adalah tumor ganas. Ya Allah, jangan
benarkan perkataan dokter itu ku mohon. Dokter seta juga bicara, bila tumor itu
menempel di ginjal kiri, dengan terpaksa ginjal kiri mama ikut diangkat. Dan semoga
ini juga gak akan terjadi.
Andaikan ada dokter bedah dan
petugas kesehatan yang membaca artikel ini, gue mohon bantuannya untuk melancar
semua proses pengobatannya. Jangan ditunda tunda lagi. Gue gak tahan lihat mama
gue terus menahan sakitnya.
Andaikan di malam ini ada
orang yang membaca artikel ini, ku mohon doa kan juga mama ku agar diberikan
kesehatan. Karena ini harga yang sangat berharga yang gue punya saat ini.
Bagi kalian yang merasakan hal
yang sama, semoga orang yang kita sayang terbebaskan dari semua ini ya.
Bintang memang sangat jauh
digantungkan diatas kepala kita. Tapi, kita masih bisa meraihnya.
Aku tahu kita akan bisa
menjadi manusia yang kuat selama nafas masih berhembus. Gantungkan selalu asa
mu di depan mata agar engkau merasa mudah untuk meraihnya. Dan jangan putuskan
asa itu. Karena asa tak akan hilang meski diputuskan. Segera sambung dan
gantungkan lagi saat asa mu jatuh terputuskan.
Your Love,
Chesie Leviani

Tidak ada komentar:
Posting Komentar