Senin, 20 April 2015

Sekedar Dekat

"Ci ada yang mau gue omongin ke lo" pesan singkat dari Nurul. "Apa rul?" Balasku. 
"Sebelumnya gue mau minta maaf ke lo Ci, sekarang lo lupain yang namanya Deni", balasnya. "Kenapa Rul? Dia udah ada pacar? Ya udah Rul gapapa, biasa aja kok", balasku dengan hati yang sedih.

Kalian pasti nanya siapa Deni? Kok dia pacaran, temennya harus ngadu ke gua?
Gini nih ceritanya.
Gue punya sahabat namanya Nurul. Dia sekolah di SMA Negeri 13 Palembang, yang jauh banget itu. Dulunya Nurul itu temen deket gue pas SMP, tapi karena mau tinggal bareng orang tuanya dia harus pindah jauh banget. Disana dia punya temen deket juga, namanya Deni. 

Kan si Nurul itu sahabat gue, jadi otomatis dia tau apa yang gue pikirin dan rasain. Dia juga tau kalo gue itu belom bisa move on dari mantan gue. Entah pikiran darimana, dia memberi nomor handphoneku ke temannya yang namanya Deni. 

"Ci, gue ngasih nomor handphone lo ke temen gue, gapapakan? Anaknya alim, anak rohis, jadi lo ga perlu takut deh", penjelasannya ke gue. Di hari pertama gue smsan dengan tuh anak, gue agak risih. Gue pun nyari-nyari foto dia di salah satu sosial media. Eh taunya, agak sedikit alay, tapi mukanya lumayanlah. "Eh foto lo kok kayak orang alay?", tanyaku ke dia via sms. "Oh itu foto lama ci hehe"balasnya.

Berhari-hari kami smsann ternyata membawa pengaruh positif di hidupku. Kami bertemu pertama kali ketika ada suatu even di SMA Negeri 1 Palembang. Even itu tak lain adalah kegiatan festival seni islam, rata-rata anak yang ikut acara itu anak rohis, yah termasuk gue dan Deni.

Dia ngeliat gue waktu gue baru dateng dan pas naik ke panggung ngambil piala hehe. Dan gue ngeliat dia secara jelas, waktu dia lewat di bascamp gue. Badan tinggi, kulit kuning langsat, mata sipit, rambut yang tertutup peci, hanya itu sih yang gue inget. Tak ada satu pun yang berani menegur. Ketika pulang dari situ, dia langsung smsku, dengan berbagai pujian-pujiannya.

SMA Negeri 13 Palembang, tempat dimana gue bertemu lagi dengan dia kedua kalinya. Disini kita sudah hampir dekat dan hampir bertatap muka. Tapi sayang, kali ini juga kami tidak saling bertegur apalagi ngobrol. Ketika aku sudah sampai di mobil untuk pulang. Dia sms ku "Ci, tadi gue mau ngomong ke lo, tapi lo udah masuk mobil dan waktu gue ngejer lo, mobilnya udah jalan". "Maaf Den, tapi mungkin ini pertemuan kita yang terkahir", balasku. "Masih ada lain waktu Ci" Bujuknya.

Kalimat yang aku ucapkan ternyata benar. Gue ga akan bertemu dia lagi, ga akan sms dia lagi, ga akan apa-apa lagi ke dia. Gue pikir, dia ga mau pacaran. Jadi, gue deket dengan dia aja udah seneng. Gue ga ngeharepin status kok. yang penting ada yang care  aja sudah cukup. Tapi kali ini ga kayak gitu. Gue harus nerima kenyataan, kalo dia udah punya pacar, ga boleh deket lagi dengan dia, dan ga boleh ngeharepin dia lagi.

Dia yang selalu ngingetin gue tentang sholat, puasa, ngaji, dan hal positif lainnya, kini pergi ninggalin gue. Lah gue? Orang selalu nunggu dia, ga pernah kesampaian buat jadi orang spesial dihatinya. Mungkin bukan sekarang. Tapi gue yakin, pasti ada seseorang yang bisa menggantikannya dihati ini.

Kamis, 16 April 2015

Masa Kita

Ujian nasional telah berakhir, libur panjang telah tiba.Saatnya bagi kita memasuki pintu yang berjudul "Pengangguran Terselubung". Pintu SMA pun telah tertutup rapat. Kenangan indah didalamnya membuatku ingin kembali. Tersirat kesedihan yang mendalam, untuk meninggalkan aktivitas dan orang-orang yang sangat berpengaruh dalam hidupku. Kini aku harus pergi melangkah jauh dan membawa kabar baik untuk para guru dan temanku bila aku kembali.

Tak akan kulupakan masa-masa saat kita baru memulaik semuanya dijenjang SMA dengan adanya Latihan Kedisiplinan. Baju putih, celana hitam, dilengkapi topi SMP kita bergegas ke sekolah baru pukul 6 pagi. Semangat, ceria, tanpa beban kita lalui di awal latihan kedisiplinan. Disiang hari yang terik kita dijemur para tentara di lapangan dengan posisi duduk, berdiri, bahkan terlentang. Waktu makan siang pun kita lakukan bersama di lapangan yang terik dengan serempak, begitu pula dengan Sholat. Hari Latihan kedisplinan berikutnya terlihat muka kita tampak menghitam, dan badan kita pun semakin lelah karena banyak hal yang kita lakukan dilapaangan dari pukul 6 pagi hingga 6 sore.

Apa kalian ingat waktu latihan kedisiplinan berakhir dan masa orientasi siswa baru/MOS dimulai? Kita semua dibully para senior. Yang katanya, untuk embuat jiwa kita itu kuat. Disuruh bawa permen, dikuncir 17, minta tanda tangan para senior. Dan pas kita ke Balai Penelitian Sembawa kita berbagi tawa bersama, belajar tentang lingkungan bersama, bermain bersama, mancing bersama, solat bersama... Huhhh begitu indahnya masa ituuu. Hingga tiba saatnya kita dikukuhkan secara resmi menjadi Siswa SMA NEGERI 5 PALEMBANG di Gedung Serbaguna Pt.Pusri Palembang. Pukul 6 sore acara pengukuhan dimulai. tampak para kakak kelas atau panitia bergegas kesana sini mempersiapkan acara. Dan juga tampak kita berfoto-foto bersama mengabadikan momen pertama kali kita memakai jas SMA NEGERI 5 PALEMBANG.

Kelas 10, jenjang yang paling menjengkelkan bagiku. Waktu kelas 10, ruangan kelas masih biasa, penduduk kelas yang banyak dan ruang kelas yang sempit membuaatku gerah berlama-lama didalam kelas. Ditambah lagi sering dihukum karena telat, ribut, bawa buku banyak, ga ada yang jemput, abis sekolah lanjut les di veteran. huhh

Kelas 11, jenjang dimana kita masih tahap labil, masih kekanak-kanakan tapi sudah memasuki tahap dewasa. Jenjang dimulainya menjadi senior dan ketua ekskul. Ngatur kegiatan ekskul, ngatur uang infaq bareng nadya yang selanjutnya disetor ke Bu Mirda. Duh rinduuu... Banyaknya kegiatan yang kita lakukan di kelas 11, membuat kelas sepi dan sering ga belajar, Paling cuma biologi atau bahasa inggris aja yang belajar. Selain itu kita main bridge, main cino-cino buto, main Shetshoot, qyu-qyu dan masih banyak lagi.

Kelas 12, masa dimana kesibukan terfokus untuk belajar. Ekskul dilupakan, waktu ingin free dilupakan. Dari pagi hingga sore belajar tanpa jenuh. Mengejar ketinggalan materi pelajaran yang tidak dikuasai, Di semester 2 pun kita mulai bingung dan galau untuk memilih jurusan dan PTN.

Hingga saatnya tiba, UN pun datang membawa kecemasan untuk semua siswa. Walau tidak mempengaruhi kelulusan tapi UN berpengaruh untuk SNMPTN.

Kini UN telah berakhir. Tak perlu lagi cemas dengan hasil rapor, ranking berapa, nilainya turun apa tidak. Masa persahabatan SMA berakhir. Memasuki masa menunggu hasil SNMPTN dan UN. Masa perkuliahan atau dunia kerja tingga beberapa bulan lagi. Jangan lupakan kisah, kenangan, teman-teman, para guru. Walaupun diantara mereka ada yang menjengkelkan. Tetep mereka bagian dari hidup kita. Buatlah hal menjengkelkan itu sebagai hal yang mengesankan. Hidup itu Indah, bukan berarti tanpa ada hal yang menjengkelkan didalamnya. Tetaplah melangkah jauh meraih kesuksesan. Ingatlah selalu pesan Kepala Sekolah kita tercinta, Drs. H Budiono Marihan, M.Si "Terbanglah tinggi, Terbanglah jauh, Hentakkan Dunia dengan Prestasi dan Kreasi. Jangan Dulu MATI sebelum BERARTI !!!"


                                                                                       Salam Kebersamaan


                                                                                        CHESIE LEVIANI H