Kamis, 04 Agustus 2022

Cara membuat file dxf dari kontur msn Daerah Aliran Sungai untuk catchment area

Diperlukan software global mapper dan minescape.
Untuk langkah-langkah langsung lihat digambar

























1.      1.  Buat layer baru
2.       Copy boundary LOM tektona
3.       Buat polygon baru untuk aliran air yang masuk ke pit (in pit)
4.       Lihat posisi ujung serabut
5.       Perhatikan juga bukit/lembah yang menunjukkan arah aliran air
6.       Setelah didapat areanya, baru bisa menentukan catchment area


Jumat, 25 Juni 2021

Digital Transformation Implementation during New Normal due to COVID-19 Pandemic for Document Management in Indonesia


By : Chesie Leviani Harment

 

In 2020, the world is being horrified by the COVID-19 virus that began in Wuhan, China. Now the COVID-19 virus has infected more than 6 million people worldwide. As of June 7th 2020 the Ministry of Health of the Republic of Indonesia stated that as many as 31,186 people were positive for COVID-19. An economist at the University of Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi said that since China was infected with this virus, Indonesia has experienced a decline in economic growth due to the COVID-19 pandemic per China, down 1%, so Indonesia has also decreased by about 0.2%

China as a supplier of imported raw materials in Indonesia, has an impact on the scarcity of Indonesia's staple goods, thus contracting industries in Indonesia. The COVID-19 pandemic also affects the business ecosystem. This is because between businesses that influence one another and are related. There are several businesses that have a major impact, among others, businesses that do not last long term, businesses that are easy to turn over or cannot retain good employees, businesses that do not have erratic sales (depending on the season, projects, employee capabilities, and capital) and businesses that are aging and inflexible or never make changes (updates).

Based on Kompas.com, there formal workers were Work From Home (WFH) as many as 1,032,960, with 315,165 laid off workers. Informal workers were affected as many as 316,000 workers. Sri Mulyani explained that BI, OJK, LPS, and US predicted economic growth would decline by 2.3% and could even become -0.4% in a very severe scenario. This condition can make the decline in economic activity potentially pressurizing financial institutions because credits cannot be paid and even given relaxation does not pay. In order to the company will be difficult in terms of revenue (revenue) and affect their ability to pay their debts.

Parts of the affected economy are the household sector, UMKM, corporations, and the financial sector. Workers from the household sector cannot work due to health threats due to being infected with COVID-19. The impact they will lose income, not meet the needs of life and make people's purchasing power and consumption decline. The UMKM sector which cannot carry out its business activities also greatly worsens economic conditions. So that the transmission of humanitarian and health problems becomes a social, economic, and threat of financial stability.

At present there are still several cities that extend the PSBB / PSBB transition period, one of which is Jakarta. This is because 2.4% of the Jakarta area is COVID-19 positive. The transition PSBB in question is permissible, with regard to health protocols and applying 50% of capacity. Evaluation is carried out after one (1) month PSBB transition is applied. If the evaluation shows good results, Jakarta or some regions that apply the transition PSBB will enter the second phase, namely New Normal.

Government efforts ahead of the implementation of New Normal are continuing to carry out evaluations of the implementation of PSBB, massive testing of samples, progressive tracking and strict isolation of exposed citizens. These activities continue to be carried out until the vaccine is found, and further clinical and field testing must be done. Vaccine production also takes time so that the community can remain productive and safe from COVID-19. Some preconditions that must be considered before the enactment of "New Normal" are tight socialization to the public about wearing masks, washing hands, keeping a distance, avoiding crowds and increasing immunity so that people are accustomed to discipline with health protocols.

As long as New Normal is implemented, the habit of gathering (seminars, meetings, bazaars, etc.) will still be reduced even eliminated and replaced virtually / digitally. This digital transformation is also implemented in organizational document files. Some of the obstacles and obstacles in making this change lies in checking files that are physical because it cannot if only digitally.

Minister of Communication and Information, Jhonny G Plate, assesses that Indonesian people are currently unknowingly accelerating digital transformation to enter the digital society. Digital transformation is digital technology that is used to change the way businesses work and connect businesses with customers, including digital documents. Piles of paper documents and complicated manual processes can be changed with digital document workflows to improve customer experience and productivity.

The first step in implementing a document workflow is to digitize paper files. The document management flow starts with scanning physical documents during the digitization process using a multifunction printer (MFP). But effective digital document workflows must also include storing data in documents into business or CRM applications. Such as in the sales side, moving customer data with MFP, and then sent automatically and stored in a cloud-based CRM system. The optimization and automation of the process not only minimizes human error but also increases staff retention and productivity.

But data security is very important for companies to take action to protect and safeguard their data as part of a digital document workflow strategy. In this case, some MFPs are equipped with NFC (short range communication) capabilities that only allow those who have access to use the printer. Now all data and documents that have been digitized must be ensured that the data and documents are easily found and accessed by employees. This can be achieved with a cloud gateway that allows employees to not only optimize workflows to increase productivity but also find information about multiple cloud services with a set of user credentials. COVID-19 has influenced all aspects of life from social, educational and economic. But in this era, digital transformation can be a way out for some parts or all sections of society that are affected both in terms of industry, business and education.

 

 


Kamis, 14 Mei 2020

Kita, Waktu dan Jarak

Ku tebar senyum
Kau tebar sapa
Ku  tebar cerita
Kau tebar canda

Entah kapan terbentuknya,
Kata "kita"
Rasa nyaman
Pun kisah kasih

Pingkan melipat jarak,
Dalam trilogi Hujan Bulan Juni,
Tiga kata, banyak makna
Ku pahami, ternyata benar adanya

Ku rindu, tapi aku bisa apa
Ingin ku lipat jarak
Ingin ku menyingkat wajtu
Namun hanya anganku

Kapan lagi bisa rindu seperti ini
Nikmatilah rasa ini
Ku tahu ingin mu menggebu
Nanti juga kita obati
Namun jika tiba waktunya

~Palembang, 13 Mei 2020

Selasa, 14 Januari 2020

patah/



bak tanaman yang terus mengikuti arah matahari, lama kelamaan akan miring, diterpa angin lalu patah. dalam proses penyembuhan hanya ada tiga kemungkinan, akan terbaiki, atau muncul ranting baru atau bahkan layu hingga mati.


cinta yang terus tumbuh mengikuti arah rasa berasal. terlalu banyak stigma dan pemikiran yang membuatnya goyah.

tumbuhan pasti menunjukkan kepada empunya bahwa ia butuh disanggah agar tah sampai patah. semua tergantung sang empu, mau membiarkan atau memberikan kayu penopang.

semakin lama, maka semakin besar juga usahanya untuk mempertahankan beban ranting, daun dan bunga. namun, angin menerpa. patah.

tak lagi ada keraguan. terjawablah sudah. bodohnya diri yang sudah mempertahankan rasa. kini baruku tau, firasatku benar adanya.

Minggu, 17 Maret 2019

mengenang mama/


Ku buka album foto keluarga ku. Hati yang lemah ini mudah saja teriris. Terekam semua gerak gerik dan omongan dari tiap foto tersebut. Bagaimana harmonisnya keluargaku dahulu. Gelak tawa yang tak berkesudahan tiap saatnya. Namun terkadang ada juga tangis dan amarah dikarenakan ulah kami para anaknya.
Ku pejamkan mataku setelah ku membuka album tersebut. Oh siapa yang terbayang bila aku langsung menangis tak berkesudahan. Padahal ada banyak hal yang harus ku lakukan mengingat hari seminar ku sebentar lagi.
Kini ku merindu dan ingin kembali pada saat itu. Kini raganya tak ada, mustahil bila itu terjadi. Disaat seperti inilah ku butuh ia. Tak perlu hal lain, aku hanya butuh senyum dan belaian tangannya dirambutku.
Tangis ku semakin menjadi. Perjuangannya begitu hebat dalam melawan penyakitnya. Waktu itu, aku ingin sekali cepat menyelesaikan masalah ini. Aku kira aku tangguh. Aku kira aku bisa mengambil keputusan untuk mamaku tercinta. Andai dari awal aku yang memutuskannya, pasti ia tak terlalu merasakan penderitaan itu.
Anakmu telah tumbuh 2 tahun lebih tua dibanding waktu kau lihat terakhir kali ma. Tak terlalu banyak perubahan pada kami. Aku yang masih saja dikira lebih muda dari umurku dan adik yang semakin tinggi namun masih tertutup. Ma, salahkah aku yang selalu menangis dikesendirian bila ku ingat tentangmu ?
Ma, jauh dari hari ini. Ku ingat bagaimana caraku merawatmu. Telponmu yang memintaku untuk ku segera pulang ke rumah padahal kuliah ku masih ada. Kau hanya ingin dibersihkan dan dirawat olehku, ya ku ingat itu. Walau dirumah ada uni dan bibi. Ma, ku rindu melakukan semuanya untuk mu. Memasak masakan yang sangat sehat, menyuapi buah naga, dan membuatkan minum untukmu.
Emosi disaat aku kelelahan membuat penyesalan ku sekarang. Ya, aku yakin mama memaafkan khilafku saat itu.
Ma, tunggu. Kami kan datang.

Palembang, 13 Maret 2019


~aci

Dua tahun lalu, 18 Maret 2017 menjadi hari duka bagi kami yang mama tinggalkan. semoga khusnul khotima mama, dan kita bertemu di syurganya Allah. Aamiin.

Rabu, 26 Desember 2018

KAU TAU, KAU LEBIH DARI ITU

by:chs~


Entah sejak kapan aku tertarik pada senja. Sebelum mengenal dirimu, dirinya atau setelah dari itu. Sekilas mata senja bukan apa-apa.  Terkait betapa indahnya senja memiliki waktu tertentu. Mengikat antara cahaya dan gelap hingga menciptakan gradasi jingga yang terkadang indah. Tak perlu dipungkiri, jika senja yang tampak dimata mu kurang indah, kau hanya perlu membuka kamera dan memotretnya hingga kau tau betapa indahnya senja.

Kau juga pasti tau bahwa senja hanya sejenak. Malam yang gelap akan tiba. Sunyi nan mencekam terasa bila kau merasa takut. Pikiranmu yang bergemuruh menghasilkan imajinasi yang tak kau inginkan hingga kau tau bahwa kau hanya sendiri tanpa ada bunyinya ataupun dia. Air mata mu mengalir, mengharap sebuah harapan untuk melewati malam yang mencekam bersamanya. Kau selalu sadar bahwa harapan kan selalu menjadi harapan tanpa ada usaha yang kuat.

Menunggu, hanya itu yang kau bisa. Untuk apa kau menunggunya yang sudah pasti tak akan datang. Menghabiskan hari-harimu dengan memikirkannya yang tak memikirkanmu secuil pun. Lalu kau menangis, tersedu-sedu seolah semua salahmu. Kau mau berubah untuk tidak mengulangi salahmu. Detik saat kau lakukan itu, detik itu juga kepalsuan menghantui dirimu. Menjauhkan kenyataan yang telah melekat didalam jiwamu. Melalui hari-hari dengan pribadi yang bukan seharusnya. Lalu apa dia akan datang ?

Tertekan dengan pribadi yang sekarang bukan? Kau melukai dirimu sendiri dengan jarum jarum yang tancap perlahan. Hati yang teah busuk meracuni pikiranmu. Perbedaan antara kata hati dan otak tak memiliki arti lagi. Keduanya tak ada yang ia dengar. Apalagi kata orang. Nasihat demi nasihat  sering kali kau lewati. Tak ada yang mengerti dirimu,katamu. Padahal kau sendiri yang tak mengerti dirimu. Selalu saja kau menyalahkan mereka yang ingin membawamu jauh. Hal indah yang kau impikan layaknya senja terbenam oleh mendungnya hatimu. Pikiran lusuh juga tak banyak membantu.

Kau terjebak hanya karena dia yang sudah bosan denganmu. Kau relakan segalanya agar ia kembali. Bodohnya dirimu, hingga kau menjadi orang yang sangat menyedihkan. Jauh sebelum aku mengenalmu, kau adalah manusia tangguh. Sekarang kau bodoh sebodoh bodohnya. Semua orang melepaskan dan mengenyahkan mu. Kini kau benar-benar jatuh. Tak ada seorang pun acuh kepadamu. Boom!

Kau ditertawakan oleh mereka. Terlebih lagi oleh dia! Dia manusia yang katanya pernah sayang kepadamu. “Ayo bangkitlah!” itu isi benakmu bukan? Kau butuh mereka yang lebih memperhatikanmu bukan? Kau tak pernah sadar bila ada bahkan banyak orang yang memperhatikan dan mempedulikanmu. Kini mereka muak. Mereka menyerahkan segalanya kepadamu.

Jatuh sedalam-dalamnya kedalam stigma yang telah kau buat hanya ingin menjadi pribadi yang baru membuat mu tertekan dengan segala hal yang terlah terjadi tersebut.

Keluarlah!

Hingga esok kulihat ceria dimata mu.

Membaca segala keraguan yang ada, untuk memperbaiki segalanya. Jangan takut, aku (pribadi lamamu) akan selalu bersamamu.

Aku (pribadi lamamu) bukan mereka yang akan meninggalkanmu dikala mereka mulai muak. Menatap selama apapun yang kau mau hingga kau lelah dan terlelap dalam senyuman.

Angkat kepalamu hingga kau tau, bahwa kau lebih dari yang kau kira. Buatlah kesedihanmu menjadi senja yang pasti datang tapi kau anggap itu indah. Tersenyumlah layaknya bulan yang datang walau gelap menyelimuti. Cerialah layaknya matahari yang meski ditinggalkan bulan tapi tetap bersinar.




Jumat, 09 November 2018

PERCAYA

Apakah sulit percaya dengan orang lain termasuk kelebihan? Atau malah sebaliknya?

Bagai mengangkat isi bumi dengan jari kelingking rasanya. Sulit yang berujung menyakitkan.
Ketika ia mampu terangkat tapi langsung menimpa kaki.
Bengkak yang didapat mungkin juga tulang kaki yang patah.

Begitu jugalah kehidupan yang ku alami. Berkali-kali aku mencoba percaya kepada manusia, berkali-kali juga aku dibodohi.

Risau, bingung, lelah semuanya mengikat satu sama lain.

Rasa ini mengisak
Didera derita bila berpisah, katanya
Rasa ini menggema
Tak kuasa aku menutupnya
Inginkan pisah namun dilanda ragu
Mungkinkah benar katanya
Atau bahagia akhirnya 


Tak bisa terus ku begini, pikirku. Aku hidup bukan tuk dibodohi. Katakanlah bila aku terlalu berprasangka buruk. Yah, setidaknya ada suatu hal yang membuktikan bila kata-kata yang keluar dari mulut kalian dapat dipercaya.

Bukti konkret tanpa manipulasi sedikit pun.

Terlepas dari insan yang ku pikir selalu membodohiku, termasuk hal yang melegakan bagiku. Tak perlu lagi aku mengeluarkan energi untuk memikirkan apakah ia jujur pada ku atau tidak. Siapa aku? Aku buka siapa-siapa untuknya. Bahkan untuk saling bertatap kami diharamkan.

Allah ku mengecam dalam batinku. 
Diam disana,
 jangan sampai kau jatuh lagi.
 Diam disana 
bersantailah
telah kupersiapkan semua. 

Begitu kata tuhanku yang juga tuhannya. Namun, ada saja hal-hal yang mengingatkan tentangnya. Kisah manis layaknya ftv. Kisah klasik layaknya asmara anak abg. Kadang juga aku ragu tentang apa yang telah kuputuskan. Begitu juga tentang kesendirian ini. Yah aku sama dengan manusia lain, ada kalanya aku kesepian.

Perlahan ku buka lagi pagar setebal tembok cina. Ku sadar, aku tak bisa hidup sendiri. Ku sadar, aku harus mulai percaya dengan orang lain lagi.  Terlebih tiap insan mempunyai watak yang berbeda dan juga tiap insan bisa berubah. Baik itu ke arah yang lebih baik, ataupun sebaliknya.

Ku harap, kejujuran masih melekat didiri kalian gaes. biar kita bisa saling percaya