Apa itu Interpersonal? Memahami
diri orang lain? Kalau intra personal?memahami diri sendiri? Terus dimana letak
keunggulan dari memiliki bakat itu? Sejak lahir yang sudah ditakdirkan untuk
memiliki sifat interpersonal tinggi mungkin sedikit bingung tentang sejauh mana
pandangan kita tentang sifat interpersonal. Awalnya kupikir interpersonal
bukanlah suatu bakat yang sangat penting untuk menunjang masa depanku. Ku lihat
hasil DMI (bakat sidik jari ku) disitu tertera profesi yang aku lakukan untuk
masa depan bukanlah menjadi seorang penulis, atau penyiar, atau apapun yang aku
suka saat ini. Sedih terlintas dipikiranku, hal yang sudah aku asah akan
sia-sia.
Kutanya pada guru ku, “kok
bisa saya punya bakat interpersonal?” pekerjaan apa yang busa aku lakukan
kelak? Hanya jadi tempat curhat orang lain atau yang lain?” jawabnya singkat “
itu adalah bakat yang bagus, setiap pekerjaan membutuhkan interpersonal yang
tinggi, terlebih lagi jadi direktur”
Satu bulan pun berlalu dari
hasil DMI itu keluar, kutemukan jawaban dari kegelisah ini. Kegundahan hati
yang takut menjadi pengangguran di hari kelak sirna. Ku punya Allah, ku punya
sahabat, ku punya kemampuan untuk menangkap apa yang terjadi pada
teman-temanku, suasana hati temanku, setidaknya cita-cita ku untuk menjadi
dokter jiwa masih terus membara, ku pasrah dengan takdir Allah SWT. Ku asah
bakat ini dengan memperhatikan raut muka orang didepanku, ku dengarkan curhatan
hati mereka, dan ku cari jawaban dari masalah mereka. Mungkin, bukan hanya
menjadi dokter jiwa aku pun bisa menjadi direktur. Jadi, jangan menetapkan
masalah menjadi negatif, pikirkan dahulu, karena dibalik semuanya pasti ada
jawaban yang indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar