Kamis, 24 Juli 2014

tak seburuk yang dipikirkan



Apa itu Interpersonal? Memahami diri orang lain? Kalau intra personal?memahami diri sendiri? Terus dimana letak keunggulan dari memiliki bakat itu? Sejak lahir yang sudah ditakdirkan untuk memiliki sifat interpersonal tinggi mungkin sedikit bingung tentang sejauh mana pandangan kita tentang sifat interpersonal. Awalnya kupikir interpersonal bukanlah suatu bakat yang sangat penting untuk menunjang masa depanku. Ku lihat hasil DMI (bakat sidik jari ku) disitu tertera profesi yang aku lakukan untuk masa depan bukanlah menjadi seorang penulis, atau penyiar, atau apapun yang aku suka saat ini. Sedih terlintas dipikiranku, hal yang sudah aku asah akan sia-sia. 

Kutanya pada guru ku, “kok bisa saya punya bakat interpersonal?” pekerjaan apa yang busa aku lakukan kelak? Hanya jadi tempat curhat orang lain atau yang lain?” jawabnya singkat “ itu adalah bakat yang bagus, setiap pekerjaan membutuhkan interpersonal yang tinggi, terlebih lagi jadi direktur”

Satu bulan pun berlalu dari hasil DMI itu keluar, kutemukan jawaban dari kegelisah ini. Kegundahan hati yang takut menjadi pengangguran di hari kelak sirna. Ku punya Allah, ku punya sahabat, ku punya kemampuan untuk menangkap apa yang terjadi pada teman-temanku, suasana hati temanku, setidaknya cita-cita ku untuk menjadi dokter jiwa masih terus membara, ku pasrah dengan takdir Allah SWT. Ku asah bakat ini dengan memperhatikan raut muka orang didepanku, ku dengarkan curhatan hati mereka, dan ku cari jawaban dari masalah mereka. Mungkin, bukan hanya menjadi dokter jiwa aku pun bisa menjadi direktur. Jadi, jangan menetapkan masalah menjadi negatif, pikirkan dahulu, karena dibalik semuanya pasti ada jawaban yang indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar