Senin, 03 Juli 2017

DEWASA

Bicara soal dewasa, kata yang sangat familiar untuk hal layak. Tapi apa itu dewasa? Banyak orang dengan otak yang berbeda pasti banyak juga definisi dewasa masing-masing. 

Menurut saya, dewasa adalah suatu gabungan sikap matang dalam bertindak, berpikir, dan berbicara baik untuk memcaahkan suatu masalah ataupun dalam keseharian. 

Ada fase dimana umur menjadi tolak ukur seseorang dianggap dewasa. Saat umurnya 0-5 tahun disebut balita, 6-12 tahun disebut anak-anak, 13-20 tahun disebut remaja, 20-selesai disebut dewasa/orang tua/manula.

Tapi kenapa ada anak yang masih berusia 6tahun sudah mencapai masa dewasa? Beberapa kemungkinan telah terjadi, salah satunya faktor keterpaksaan pada kondisi lalu ia mulai terbiasa dengan kondisi tersebut. Seorang anak 6tahun yang sudah bisa membiaya kehidupan sehari-hari, merawat, dan memasak ibunya. Bagaimana ia bisa bersikap kekanak-kanakan? Sedangkan ibunya yang saat ia sayangi butuh pertolongannya. Ia pun harus membanting tulang demi ibunya.

Saya sangat kagum dan mengapresiasi terhadap mereka yang dewasa belum pada waktunya. Tapi saya juga sedih dan khawatir. Karena masa anak-anak mereka harus dikorbankan, yang ada  hanya kesedihan, keringat, dan perjuangan demi senyum orang tersayang. Tak ada keceriaan, tawa, kesalahan layaknya anak kecil yang sering membuat onar.

Saya khawatir saat umurnya sudah beranjak menua (18 tahun keatas) dan ia merindukan masa anak-anaknya, merindukan masa dimana ia butuh perhatian ekstra, masa dimana ia sering membuat salah.

Ada beberapa contoh tipe orang disekitarku, seperti :
Sebut saja namanya A, A ini dari kecil sampai SMA selesai ia tetap menjadi anak yang baik, penurut, dan pandai. Namun, saat ia merantau, jauh dari orang tua dan merindukan kesalahan (ibarat lepas dari kandang) ia mulai berulah yang tidak-tidak. Sedangkan B dia anak yang berada di fase yang semesti umurnya. Dikala ia mulai menginjak bangku sma, ia ber ulah dia nakal bahkan sering ganti-ganti sekolah, banyak penyebab salah satunya hobi berantem dan merokok. Mungkin karena sudah bosan akan kehidupan liarnya, b pun merantau untuk melanjutkan kulaih dan menjadi ana baik-baik(katanya)

Lagi-lagi balik ke kepribadian dan pemikiran orang itu. Akan kah ia akan menjadi terpuruk dengan kondisi atau bangkit dan berubah untuk menjadi lebih baik lag. Menggapi masa depan yang entah bagaimana bentuknya namun bisa dibayangkan dengan angan dan mimpi. Akan kah sesuai atau malah sangat jauh berbeda. Serahkan pada Allah swt. Karena tiada rencana yang lebih baik dibanding rencananya. Jika bukan itu yang kamu inginkan sekarang mungkin nanti atau akan diganti dengan yang lebih baik.

Entah tulisan ini nyambung atau tidak, hanya sekedar post hehe
Thanks buat yang sudah baca J have nice day J