Bicara soal dewasa, kata yang sangat familiar untuk hal
layak. Tapi apa itu dewasa? Banyak orang dengan otak yang berbeda pasti banyak
juga definisi dewasa masing-masing.
Menurut saya, dewasa adalah suatu gabungan sikap matang
dalam bertindak, berpikir, dan berbicara baik untuk memcaahkan suatu masalah
ataupun dalam keseharian.
Ada fase dimana umur menjadi tolak ukur seseorang dianggap
dewasa. Saat umurnya 0-5 tahun disebut balita, 6-12 tahun disebut anak-anak, 13-20
tahun disebut remaja, 20-selesai disebut dewasa/orang tua/manula.
Tapi kenapa ada anak yang masih berusia 6tahun sudah
mencapai masa dewasa? Beberapa kemungkinan telah terjadi, salah satunya faktor
keterpaksaan pada kondisi lalu ia mulai terbiasa dengan kondisi tersebut. Seorang
anak 6tahun yang sudah bisa membiaya kehidupan sehari-hari, merawat, dan memasak
ibunya. Bagaimana ia bisa bersikap kekanak-kanakan? Sedangkan ibunya yang saat ia
sayangi butuh pertolongannya. Ia pun harus membanting tulang demi ibunya.
Saya sangat kagum dan mengapresiasi terhadap mereka yang
dewasa belum pada waktunya. Tapi saya juga sedih dan khawatir. Karena masa
anak-anak mereka harus dikorbankan, yang ada
hanya kesedihan, keringat, dan perjuangan demi senyum orang tersayang. Tak
ada keceriaan, tawa, kesalahan layaknya anak kecil yang sering membuat onar.
Saya khawatir saat umurnya sudah beranjak menua (18 tahun
keatas) dan ia merindukan masa anak-anaknya, merindukan masa dimana ia butuh
perhatian ekstra, masa dimana ia sering membuat salah.
Ada beberapa contoh tipe orang disekitarku, seperti :
Sebut saja namanya A, A ini dari kecil sampai SMA selesai ia
tetap menjadi anak yang baik, penurut, dan pandai. Namun, saat ia merantau,
jauh dari orang tua dan merindukan kesalahan (ibarat lepas dari kandang) ia
mulai berulah yang tidak-tidak. Sedangkan B dia anak yang berada di fase yang
semesti umurnya. Dikala ia mulai menginjak bangku sma, ia ber ulah dia nakal
bahkan sering ganti-ganti sekolah, banyak penyebab salah satunya hobi berantem
dan merokok. Mungkin karena sudah bosan akan kehidupan liarnya, b pun merantau
untuk melanjutkan kulaih dan menjadi ana baik-baik(katanya)
Lagi-lagi balik ke kepribadian dan pemikiran orang itu. Akan
kah ia akan menjadi terpuruk dengan kondisi atau bangkit dan berubah untuk
menjadi lebih baik lag. Menggapi masa depan yang entah bagaimana bentuknya
namun bisa dibayangkan dengan angan dan mimpi. Akan kah sesuai atau malah
sangat jauh berbeda. Serahkan pada Allah swt. Karena tiada rencana yang lebih
baik dibanding rencananya. Jika bukan itu yang kamu inginkan sekarang mungkin
nanti atau akan diganti dengan yang lebih baik.
Entah tulisan ini nyambung atau tidak, hanya sekedar post
hehe
Thanks buat yang sudah baca J
have nice day J