Senin, 30 Maret 2015

Dulu, sekarang, beda



Pengagum rahasia adalah seorang makhluk yang berwujud manusia pengecut. Mungkin kebanyakan yang menderita sebagai seorang secret admirer adalah orang yang mempunyai gengsi terlalu tinggi. Yah termasuk gue, seorang gadis SMA yang selalu bertingkah laku aneh didepan teman-temannya dan bertingkah manis di depan orang yang ditaksir. Bukan Cuma bertingkah sok manis tapi juga ditambah sifat cuek dan jutek. Itu semua semata-mata karena gue ga mau kalo dia nganggep gue itu murahan sama cowok.

Mulai dari SD kelas 6 gue sudah mulai motto itu. Dari dulu kalau orang yang gua suka itu di deket gue, dengan cepat tangan ini jadi dingin. Tapi apa? Kalo dia ngajak ngobrol, pasti jawab ku singkat kayak ga ada kata-kata lain.

Sejak di SMP kelas 3 aku baru mengerti tentang jatuh cinta. Secara sederhana cinta itu saling sayang dan mengasihi. Di kelas 3 SMP aku pacaran dengan seorang anak laki-laki karate dengan alis dan bibir tebal, hidung menjulang, dan body sispack. Ia bernama Arya, anak sulung dari 3 bersaudara yang selalu ditinggal orang tuanya. Tidak seperti yang dipikirkan, aku dan arya dahulu adalah seorang musuh, kita selalu bertengkar, cubit-cubitan, dan pukul-pukulan. Tapi entah mengapa ketika aku baru menginjak kelas 3 SMP selama 3 bulan, tiba-tiba dia menghampiriku dengan manis. “nanti sms ke nomor ini ya” sambil menyodorkan selembaran kertas yang berisikan angka 12 digit. “knapa cep?” tanya ku masih memakai kata sapaan ejekan. Tak lebih dari 2 menit dia membalas sms dariku. Singkat cerita dalam beberapa hari kami sms an, dia menembak ku. Yah responku iya lah. Aku merasakan ada sesuatu bahagia bila smsan dengannya. Bulan-bulan awal pacaran pun begitu indah, yang semula tidak pernah ada yang menelpon untuk membangunkanku tidur siang menjadi ada, semula pergi kemana-mana diantar papa menjadi diantar arya, semula tidak pernah jalan-jalan sama orang lain selain keluarga menjadi jalan-jalan sama arya dan temen-temen. Hidup yang sempurna, indah, nyaman, dan ceria selama 4 bulan bersamanya. Namun setelah 4 bulan berlalu, aku dan dia mulai bosan ditambah lagi masalah yang timbul. Tak disangka dia cemburu aku dekat dengan teman kelas ku, adik laki-lakinya pun punya rasa kepada ku, sedangkan dia sendiri membonceng teman perempuannya yang aku kenal sih ganjen.  Dapat diperkirakan bahwa 1 bulan dari masalah itu kita berdua berakhir. Dia langsung mendapatkan penggantiku dan aku pun dapat penggantinya.

Dua hari setelah putus dia pacaran dengan adik kelas, katanya sih cewek itu ngebet banget buat pacaran sama arya. Tapi kenyataannya 1 bulan mereka udah putus. Yang aku inget sih pas diperpisahan tepatnya H-1 aku ultah, dia yang menggunakan jas hitam terlihat sangat cool. Oh my god  kemarin baru seneng-seneng sama dia, dijemput dia, ditraktir, diingetin makan, sholat, tapi kini kok dia kayak ga kenal sama gua? Aku pengen foto sama dia, aku masih sayang, tapikan sudah putus, tuhannn masa aku harus minta balikan? Dimana harga diriku kelak? Hari perpisahan pun membuat aku dan dia bener-bener pisah baik dari tatap muka maupun hubungan.

Esoknya, tanda pesan masuk di hp ku berbunyi tertera lirik lagu yang dinyanyikan seorang cowok untuk minta maaf, diakhir lirik lagu itu tertuliskan “maaf ya sya, gue sudah buat lu sakit hati, oh ya kemarin lo cantik banget deh sya. Selamat ulang tahun ya Sya, semoga tambah cantik, pinter, dan sukses terus ya Sya. Sekali lagi maaf untuk semuanya ya Sya dilengkapi dengan 2 emot senyum.

Tak terasa sudah hampir tiga tahun kami tak saling berkomunikasi. Entah keajaiban dari mana, hal yang aku kira musthil ternyata datang kembali. Sosial media berupa BBM telah mempertemukan kami kembali. Aku terkejut bila dia mengundangku untuk ngobrol di BBM. “PING!!!” BM darinya. Oh my god, mimpi apa gue semalem, khayalan aku kok jadi nyata. Dari mulai saat itu sampe satu minggu kami mulai deket kembali. Ga mau gue jatuh ke jurang untuk kedua kali. Akhirnya gue cari tau tentang kehidupannya, pacarnya, gebetannya, dan masih banyak.

Dan kesimpulan yang gue dapet dari sekian banyak jawaban temen-temen satu sekolahnya, dia  ga punya pacar tapi punya gebetan. Dia selalu ada buat gebetan dan mau ngelakuin apa aja buat gebetannya. Sejak saat itu, gue tau dan gue sadar, kita ga akan bisa sama lagi kayak dulu, kita hanya teman, dan ga lebih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar