Pengagum
rahasia adalah seorang makhluk yang berwujud manusia pengecut. Mungkin
kebanyakan yang menderita sebagai seorang secret
admirer adalah orang yang mempunyai gengsi terlalu tinggi. Yah termasuk
gue, seorang gadis SMA yang selalu bertingkah laku aneh didepan teman-temannya
dan bertingkah manis di depan orang yang ditaksir. Bukan Cuma bertingkah sok
manis tapi juga ditambah sifat cuek dan jutek. Itu semua semata-mata karena gue
ga mau kalo dia nganggep gue itu murahan sama cowok.
Mulai
dari SD kelas 6 gue sudah mulai motto itu. Dari dulu kalau orang yang gua suka
itu di deket gue, dengan cepat tangan ini jadi dingin. Tapi apa? Kalo dia
ngajak ngobrol, pasti jawab ku singkat kayak ga ada kata-kata lain.
Sejak di
SMP kelas 3 aku baru mengerti tentang jatuh cinta. Secara sederhana cinta itu
saling sayang dan mengasihi. Di kelas 3 SMP aku pacaran dengan seorang anak
laki-laki karate dengan alis dan bibir tebal, hidung menjulang, dan body sispack.
Ia bernama Arya, anak sulung dari 3 bersaudara yang selalu ditinggal orang
tuanya. Tidak seperti yang dipikirkan, aku dan arya dahulu adalah seorang
musuh, kita selalu bertengkar, cubit-cubitan, dan pukul-pukulan. Tapi entah
mengapa ketika aku baru menginjak kelas 3 SMP selama 3 bulan, tiba-tiba dia
menghampiriku dengan manis. “nanti sms ke nomor ini ya” sambil menyodorkan
selembaran kertas yang berisikan angka 12 digit. “knapa cep?” tanya ku masih
memakai kata sapaan ejekan. Tak lebih dari 2 menit dia membalas sms dariku.
Singkat cerita dalam beberapa hari kami sms an, dia menembak ku. Yah responku
iya lah. Aku merasakan ada sesuatu bahagia bila smsan dengannya. Bulan-bulan
awal pacaran pun begitu indah, yang semula tidak pernah ada yang menelpon untuk
membangunkanku tidur siang menjadi ada, semula pergi kemana-mana diantar papa
menjadi diantar arya, semula tidak pernah jalan-jalan sama orang lain selain
keluarga menjadi jalan-jalan sama
arya dan temen-temen. Hidup yang sempurna, indah, nyaman, dan ceria selama 4
bulan bersamanya. Namun setelah 4 bulan berlalu, aku dan dia mulai bosan
ditambah lagi masalah yang timbul. Tak disangka dia cemburu aku dekat dengan
teman kelas ku, adik laki-lakinya pun punya rasa kepada ku, sedangkan dia
sendiri membonceng teman perempuannya yang aku kenal sih ganjen. Dapat diperkirakan bahwa 1 bulan dari masalah
itu kita berdua berakhir. Dia langsung mendapatkan penggantiku dan aku pun
dapat penggantinya.
Dua hari
setelah putus dia pacaran dengan adik kelas, katanya sih cewek itu ngebet
banget buat pacaran sama arya. Tapi kenyataannya 1 bulan mereka udah putus.
Yang aku inget sih pas diperpisahan tepatnya H-1 aku ultah, dia yang
menggunakan jas hitam terlihat sangat cool.
Oh my god kemarin baru seneng-seneng sama dia, dijemput
dia, ditraktir, diingetin makan, sholat, tapi kini kok dia kayak ga kenal sama
gua? Aku pengen foto sama dia, aku masih sayang, tapikan sudah putus, tuhannn
masa aku harus minta balikan? Dimana harga diriku kelak? Hari perpisahan pun
membuat aku dan dia bener-bener pisah baik dari tatap muka maupun hubungan.
Esoknya, tanda
pesan masuk di hp ku berbunyi tertera lirik lagu yang dinyanyikan seorang cowok
untuk minta maaf, diakhir lirik lagu itu tertuliskan “maaf ya sya, gue
sudah buat lu sakit hati, oh ya kemarin lo cantik banget deh sya. Selamat ulang tahun ya Sya, semoga tambah cantik, pinter,
dan sukses terus ya Sya. Sekali lagi
maaf untuk semuanya ya Sya dilengkapi dengan 2 emot senyum.”
Tak terasa
sudah hampir tiga tahun kami tak saling berkomunikasi. Entah keajaiban dari
mana, hal yang aku kira musthil ternyata datang kembali. Sosial media berupa
BBM telah mempertemukan kami kembali. Aku terkejut bila dia mengundangku untuk
ngobrol di BBM. “PING!!!” BM darinya. Oh my god, mimpi apa gue semalem,
khayalan aku kok jadi nyata. Dari mulai saat itu sampe satu minggu kami mulai
deket kembali. Ga mau gue jatuh ke jurang untuk kedua kali. Akhirnya gue cari
tau tentang kehidupannya, pacarnya, gebetannya, dan masih banyak.
Dan kesimpulan
yang gue dapet dari sekian banyak jawaban temen-temen satu sekolahnya, dia ga punya pacar tapi punya gebetan. Dia selalu
ada buat gebetan dan mau ngelakuin apa aja buat gebetannya. Sejak saat itu, gue
tau dan gue sadar, kita ga akan bisa sama lagi kayak dulu, kita hanya teman,
dan ga lebih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar