Kamis, 05 Januari 2017

Sisi Luar



Pernah gak sih dengar orang bilang “ dia mah manis di depan aja” atau “mana ada sih dia baik-baiknya”.

Pasti reader pernah dengar keluh kesah sepertii kalimat di atas atau serupa tapi tak sama. Mereka kadang menilai dari sisi negatif atau positifnya saja.

Katanya sih, kalo kita ngomongin kejelekan orang berarti kita sama atau malah lebih buruk dari yang kita bicarain.

Lalu gimana dengan orang yang kita nilai gak punya salah? Atau di mata kita dia itu orang yang sempurna?

Yang jelas gak ada orang yang sempurna di dunia ini. Hakekatnya kesempurnaan hanya dimiliki oleh 
Tuhan Yang Maha Esa.  *eh keinget lagu anaknya sule nih Kesempurnaan Cinta wkwk

Awalnya gue pernah punya temen cewek pas Smp dan SMA (orang yang sama) yang menurut gue Sempurna. Kalo di deskripsikan sih anaknya baik (Relatif), cantik, manis, putih, mulus, pengertian, lembut, rajin agama, banyak cowok yang tergila-gila ngedeketin dia eh dianya biasa aja. Dalam artian gak sok jual mahal dan juga gak jual murah. Kalopun gue cowok yah gue pasti suka juga lah dengan dia.

Kesempurnaannya membuatku penasaran akan kelemahannya sehingga dengan sendirinya aku lebih mengenal sosok kepribadiannya bukan dari sisi luar lagi. Dimana saat gue mendeskripsikannya tadi layaknya melihat cover novel dengan gambaran yang abstrak tapi nyataa dengan sejuta warna yang tersirat dicetak dilengkapi tinta yang bercampur dengan emas dan lem import dari Amerika.

Dua tahun gue memasuki kepribadiannya sebagai seorang sahabat, dimana awalnya gue adalah temen dia sejak smp yang selalu memperhatikannya dari kejauhan dan penasaran dengan kesempurnaanya. Oke, bukan cowok aja yang bisa penasaran ke cewek. Tapi cewek ke cewek ataupun cowok ke cowok juga bisa. Bukan karena gue atau mereka itu homo yah.

Hanya hitungan bulan akhirnya gue menemukan ketidaksempurnaanya. Dan dari situ juga gue beranggapan bahwa saat kita masuk ke sisi dalam seseorang kita bisa mengetahui dan memahami kepribadian seseorang baik yang bersifat negatif ataupun positif. Banyak yang bilang dont judge tthe book by the cover.

Dari sisi luar mungkin banyak yang mengagumi dirinya. Namun siapa tahu bahwa dirinya sendiri benci dengan kepribadiannya yang sekarang? Dan bisa juga sebaliknya.

Dibangku kuliah ini, gue juga nemuin dua orang yang hampir mendekati kata sempurna yep cewek cowok. Dan ada dua juga yang mendekati tidak sempurna sama sekali, salah satunya gue (mungkin). Hehe.

Satu satu dulu deh dari yang si cewek sempurna. Wajahnya manis, lucu, baik, ramah pintar, taat agama, mudah mendapat simpati dari orang lain dan berbakti kepada orang tua. Tentu, banyak cowok yang kagum, suka, dan terpanah dengan semua itu, bahkan gebetan/pacar/sahabat gue juga suka dengan si cewek sempurna ini. Gue gak masalah kalo mereka merasakan hal yang gue sebutin tadi. 

Tapi please stop bicaranin dia terus saat ngobrol dengan gue (kan jadi curcol hehe). Oke disini sisi luar memandang dia. Tapi dari sisi dalam dia juga punya kesalahan atau kelemahan kok. Kalau emang kalian beneran suka dan pengen si cewek sempurna ini jadi miliknya elo. Ya, lo harus masuk ke sisi dalamnya cewek ini. Lo harus bisa lebih dekat dengan dia, tapi jangan biarin dia terusik dan tau kalo lo suka sama dia.deketin pake stretegi cuy, masa gak bisa wkwk.

Now, si cowok sempurna. Oke dari deskripsi fisik gue gak mau bilang deh, sifatnya yang baik kesemua orang yang dia kenal, ramah, pengetian dan masih banyak lagi. Sama dengan yang si cewek sempurna, di sisi dalam dia punya kelemahan. But that’s  okay. Buat kalian para cewek yang bisa dapetin dia sih termasuk cewek yang beruntung karena dia bakal setia dengan kalian dan gak akan berpindah ke lain hati.

Buat bagian yang tidak mendekati sempurna gue skip deh karena membeberkan hal buruk seseorang itu gak baik heheh wkwk. Kalo hal buruk gue sih temen-temn pasti tau, apalagi kalian yang sudah masuk ke sisi dalamnya gue. Ayo siapa yang mau masuk ke sisi dalamnya gue? Pasti gak adakan ? haha ya iya lah, buat apa? Kurang kerjaan banget, buat mahami orang yang kayak gue yang hampir 0,99 persen tidak sempurna wwkwk.

Oh iya, gue tadi habis baca novel yang dikarang oleh seorang cowok. Dalam cerita itu dia sebagai agus yang kuliah di Seatle. Dia sekosan dengan gilbert. Si gilbert yang punya perut buncit suka dengan Rissa. Sedangkan agus ldran dengan bbebeth(elizabeth).

Awalnya agus anak cowok yang baik-baik, gak perokok dan gak minum-minum. Karena pergaulan dengan dicky dia menjadi anak yang bebas. Rokok dan mebuk-mabukkan pun sudah biasa baginya. Saat skype dengan bbebeth, bbeth menyadari bahwa agus habis dari party dan mabuk-mabukkan, saat itu agus berjanji untuk tak mengulangi semuanya. Namun saat dicky mengajak party kedua dengan alasan ada amy (cewek taiwan yang punya lesung pipi sedikit lebih cantik dibanding bbebeth) akhirnya agus mau. Melalui kabar dari djohan bbebeth mengetahui bahwa agus party dan mencium amy saat party. Saat itu juga bbebeth kecewa dengan agus dan mengakhiri hubungan mereka.

Amy yang diharapkan agus ternyata memiliki pacar lalu meninggalkan agus begitu saja. Lalu rissa yang bagikan anjing. Dia yang agresif selalu mengejar agus. Dan akhirnya agus menerima rissa dengan syarat harus disembunyikan dari gilbert dan rissa harus ngerjain tugas agus.

Agus yang tidak sayang dengan rissa menyesal telah mengulangi kesalahannya dan mengharapkan bbebeth kembali. Karena bbebeth bagaikan kucing bukan anjing seperti rissa.
Hikmahnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar