Rabu, 18 Juli 2018

Perubahan diri atau sistem ?

Halloooooo..
Selamat malam bloggers..

Sudah lama rasanya tak saling sapa dengan kalian (kalian yang tak ku ketahui wujudnya).

Malam adalah waktu yang tepat untuk mengingat kembali hal yang pernah terjadi, mengintropeksi diri yang sekarang dan memikirkan hal yang akan terjadi kelak. Yah, aku masih Chesie yang suka bercerita tentang sesuatu hal yang kadang tidak penting, suka mendengarkan cerita bahkan suka menjadi tempat bersandarnya teman-teman yang sedang menangis.

Sebenarnya, malam ini adalah waktu dimana aku harus mengerjakan ulang proposal tugas akhir ku dari nol. Tapi, begitu banyak hal yang menguasai pikiranku malam ini. Mulai dari memikirkan orang yang belum tentu memikirkanku, memikirkan kisah hidup sahabatku, memikirkan kematian orang yang baru ku kenal beberapa bulan ini, memikirkan hal kedepannya dan memikirkan bagaimana aku seharusnya.

Berubah?
Apa sih yang ada dibenak teman-teman tentang berubah?
Mencoba menjadi orang lain?
Apa berubah selalu harus ke arang lebih baik?

Ya.. 
Tanpa perlu dijawab kalian juga pasti tahu.
Tapi bagaimana kalau yang berubah itu sistem kehidupannya? Haruskah kita berantisipasi?
Berantisipasi agar orang yang ada di dalam kehidupan itu tidak pergi atau berantisipasi bila orang itu sungguhan pergi?

Berubah adalah suatu pilihan. Ada seseorang berkata padaku, jangan terlalu memikirkan tentang masalah, tinggal pilih jalani maka semua akan selesai.  

Dengan adanya kematian orang yang baru ku kenal beberapa bulan tadi, perubahan dalam hidupku yang berlangsung lebih cepat dari dugaaanku.

Jalani perubahan-perubahan dalam hidup adalah solusinya. Karena tak ada orang yang punya pintu doraemon. Kalaupun ada, kemungkinan kita akan terjebak didalamnya aka semakin besar. Sehingga tak ada kemajuan dalam hidup ini.

Berubah juga bukan berarti tentang pemikiran, rasa, dan perasaan. Bila variabel tersebut sudah dinilai baik, untuk apa lagi dilakukan perubahan ? Mengubah diri dan Mengubah sistem adalah hal yang sebanding lurus yang tak bisa dielakkan hanya karena satu orang. Hal tersebut hanya bisa dirasakan oleh insan yang sedang melakukannya. Lain halnya dengan mengubah orang lain.

Intinya, Saat seorang insan telah mengubah dirinya pasti sistem kehidupannya juga berubah, begitupun seblaiknya. Karena kita tak ada yang tahu apa yang ada dibenak orang lain.

NB:cita-cita Chesie tahu isihati dan benak orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar