Selasa, 13 November 2012

HUKUM NEWTON

Hukum I Newton

Hukum I Newton menyatakan bahwa :

Setiap benda tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak dengan laju tetap sepanjang garis lurus, jika tidak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut atau tidak ada gaya total pada benda tersebut.
Secara matematis, Hukum I Newton dapat dinyatakan sebagai berikut :

F =0

Kecenderungan suatu benda untuk tetap bergerak atau mempertahankan keadaan diam dinamakan inersia. Karenanya, hukum I Newton dikenal juga dengan julukan Hukum Inersia alias Hukum Kelembaman.

Sifat lembam ini dapat kita amati, misalnya ketika mengeluarkan saus tomat dari botol dengan mengguncangnya. Pertama, kita memulai dengan menggerakan botol ke bawah; pada saat kita mendorong botol ke atas, saus akan tetap bergerak ke bawah dan jatuh pada makanan. Kecenderungan sebuah benda yang diam untuk tetap diam juga diakibatkan oleh inersia alias kelembaman. Misalnya ketika kita menarik selembar kertas yang ditindih oleh tumpukan buku tebal dan berat. Jika lembar kertas tadi ditarik dengan cepat, maka tumpukan buku tersebut tidak bergerak.

Contoh lain yang sering kita alami adalah ketika berada di dalam mobil. Apabila mobil bergerak maju secara tiba-tiba, maka tubuh kita akan sempoyongan ke belakang, demikian juga ketika mobil tiba-tiba direm, tubuh kita akan sempoyongan ke depan. Hal ini diakibatkan karena tubuh kita memiliki kecenderungan untuk tetap diam jika kita diam dan juga memiliki kecenderungan untuk terus bergerak jika kita telah bergerak.

Hukum Pertama Newton telah dibuktikan oleh para astronout pada saat berada di luar angkasa. Ketika seorang astronout mendorong sebuah pensil (pensil mengambang karena tidak ada gaya gravitasi),pensil tersebut bergerak lurus dengan laju tetap dan baru berhenti setelah menabrak dinding pesawat luar angkasa. Hal ini disebabkan karena di luar angkasa tidak ada udara, sehingga tidak ada gaya gesek yang menghambat gerak pensil tersebut.



















Hukum II Newton

Jika suatu gaya total bekerja pada benda, maka benda akan mengalami percepatan, di mana arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya. Vektor gaya total sama dengan massa benda dikalikan dengan percepatan benda.

Secara matematis , Hukum II Newton dapat dinyatakan sebagai berikut :

F = m.a

a = percepatan (m/s)

m = massa (kg)

F = gaya total (Newton)
Hukum II Newton ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.Hukum II Newton ini dapat menjelaskan satu alasan mengapa sebuah mobil kecil memiliki pemakaian bensin yang lebih irit daripada mobil besar.Misalkan percepatan kedua mobil 3 .Massa mobil kecil adalah 500 kg dan massa mobil besar adalah 750 kg.Menurut hukum II Newton, gaya yang diperlukan oleh mobil kecil adalah 500 x 3 = 1500 kg dan gaya yang diperlukan oleh mobil besar adalah 750 x 3 = 2250 kg .Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa lebih banyak bensin perlu dibakar dalam mobil besar untuk menghasilkan gaya tambahan.

Penerapan lain Hukum Newton II adalah dalam permainan parasailing.Dengan hukum II Newton kita dapat mencari gaya tarik perahu terhadap parasailing.Dengan menerapkan hukum II Newton ini kita juga akan dapat mengetahui berapa gaya tarik perahu saat tinggi parasailing 1 meter, 2 meter hingga ketinggian maksimum.
Apabila kita mendorong sebuah gerobak hingga gerobak tersebut bergerak. Maka kita dapat mengatakan bahwa terdapat gaya total yang bekerja pada gerobak itu. Jika anda mendorong gerobak dengan gaya dua kali lipat, maka gerobak tersebut bergerak dengan laju dua kali lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Percepatan gerak gerobak dua kali lebih besar. Apabila anda mendorong gerobak dengan gaya lima kali lebih besar, maka percepatan gerobak juga bertambah lima kali lipat. Demikian seterusnya. Kita bisa menyimpulkan bahwa percepatan berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja pada benda.

Percepatan juga bergantung pada massa benda. Jika kita mendorong gerobak yang terbuat dari besi dengan gaya yang sama ketika kita mendorong gerobak yang terbuat dari kayu, maka akan terlihat bahwa percepatan gerobak besi lebih kecil. Apabila gaya total yang bekerja pada benda tersebut sama, maka makin besar massa benda, makin kecil percepatannya, sebaliknya makin kecil massa benda makin besar percepatannya

Simpulan HUKUM NEWTON KE-2
Karena perubahan kecepatan merupakan percepatan maka kita dapat menyimpulkan bahwa gaya total yang bekerja pada benda menyebabkan benda tersebut mengalami percepatan. Arah percepatan tersebut sama dengan arah gaya total. Jika besar gaya total tetap atau tidak berubah, maka besar percepatan yang dialami benda juga tetap alias tidak berubah.







Hukum III Newton

Apabila sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua memberikan gaya kepada benda yang pertama. Kedua gaya tersebut memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah.

Secara matematis Hukum III Newton dapat ditulis sebagai berikut :

Faksi = -Freaksi

Tanda negatif menunjukkan bahwa arah gaya reaksi tersebut berlawanan dengan gaya aksi yang anda berikan.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar