Hukum
I Newton
Hukum
I Newton menyatakan bahwa :
Setiap
benda tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak dengan laju tetap
sepanjang garis lurus, jika tidak ada gaya yang bekerja pada benda
tersebut atau tidak ada gaya total pada benda tersebut.
Secara
matematis, Hukum I Newton dapat dinyatakan sebagai berikut :
F
=0
Kecenderungan
suatu benda untuk tetap bergerak atau mempertahankan keadaan diam
dinamakan inersia. Karenanya, hukum I Newton dikenal juga dengan
julukan Hukum Inersia alias Hukum Kelembaman.
Sifat
lembam ini dapat kita amati, misalnya ketika mengeluarkan saus tomat
dari botol dengan mengguncangnya. Pertama, kita memulai dengan
menggerakan botol ke bawah; pada saat kita mendorong botol ke atas,
saus akan tetap bergerak ke bawah dan jatuh pada makanan.
Kecenderungan sebuah benda yang diam untuk tetap diam juga
diakibatkan oleh inersia alias kelembaman. Misalnya ketika kita
menarik selembar kertas yang ditindih oleh tumpukan buku tebal dan
berat. Jika lembar kertas tadi ditarik dengan cepat, maka tumpukan
buku tersebut tidak bergerak.
Contoh
lain yang sering kita alami adalah ketika berada di dalam mobil.
Apabila mobil bergerak maju secara tiba-tiba, maka tubuh kita akan
sempoyongan ke belakang, demikian juga ketika mobil tiba-tiba direm,
tubuh kita akan sempoyongan ke depan. Hal ini diakibatkan karena
tubuh kita memiliki kecenderungan untuk tetap diam jika kita diam dan
juga memiliki kecenderungan untuk terus bergerak jika kita telah
bergerak.
Hukum
Pertama Newton telah dibuktikan oleh para astronout pada saat berada
di luar angkasa. Ketika seorang astronout mendorong sebuah pensil
(pensil mengambang karena tidak ada gaya gravitasi),pensil tersebut
bergerak lurus dengan laju tetap dan baru berhenti setelah menabrak
dinding pesawat luar angkasa. Hal ini disebabkan karena di luar
angkasa tidak ada udara, sehingga tidak ada gaya gesek yang
menghambat gerak pensil tersebut.
Hukum
II Newton
Jika
suatu gaya total bekerja pada benda, maka benda akan mengalami
percepatan, di mana arah percepatan sama dengan arah gaya total yang
bekerja padanya. Vektor gaya total sama dengan massa benda dikalikan
dengan percepatan benda.
Secara
matematis , Hukum II Newton dapat dinyatakan sebagai berikut :
F
= m.a
a
= percepatan (m/s)
m
= massa (kg)
F
= gaya total (Newton)
Hukum
II Newton ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.Hukum
II Newton ini dapat menjelaskan satu alasan mengapa sebuah mobil
kecil memiliki pemakaian bensin yang lebih irit daripada mobil
besar.Misalkan percepatan kedua mobil 3 .Massa mobil kecil adalah 500
kg dan massa mobil besar adalah 750 kg.Menurut hukum II Newton, gaya
yang diperlukan oleh mobil kecil adalah 500 x 3 = 1500 kg dan gaya
yang diperlukan oleh mobil besar adalah 750 x 3 = 2250 kg .Dari
contoh tersebut dapat dilihat bahwa lebih banyak bensin perlu dibakar
dalam mobil besar untuk menghasilkan gaya tambahan.
Penerapan
lain Hukum Newton II adalah dalam permainan parasailing.Dengan hukum
II Newton kita dapat mencari gaya tarik perahu terhadap
parasailing.Dengan menerapkan hukum II Newton ini kita juga akan
dapat mengetahui berapa gaya tarik perahu saat tinggi parasailing 1
meter, 2 meter hingga ketinggian maksimum.
Apabila
kita mendorong sebuah gerobak hingga gerobak tersebut bergerak. Maka
kita dapat mengatakan bahwa terdapat gaya total yang bekerja pada
gerobak itu. Jika anda mendorong gerobak dengan gaya dua kali lipat,
maka gerobak tersebut bergerak dengan laju dua kali lebih cepat
dibandingkan sebelumnya. Percepatan gerak gerobak dua kali lebih
besar. Apabila anda mendorong gerobak dengan gaya lima kali lebih
besar, maka percepatan gerobak juga bertambah lima kali lipat.
Demikian seterusnya. Kita bisa menyimpulkan bahwa percepatan
berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja pada benda.
Percepatan
juga bergantung pada massa benda. Jika kita mendorong gerobak yang
terbuat dari besi dengan gaya yang sama ketika kita mendorong gerobak
yang terbuat dari kayu, maka akan terlihat bahwa percepatan gerobak
besi lebih kecil. Apabila gaya total yang bekerja pada benda tersebut
sama, maka makin besar massa benda, makin kecil percepatannya,
sebaliknya makin kecil massa benda makin besar percepatannya
Simpulan
HUKUM NEWTON KE-2
Karena
perubahan kecepatan merupakan percepatan maka kita dapat menyimpulkan
bahwa gaya total yang bekerja pada benda menyebabkan benda tersebut
mengalami percepatan. Arah percepatan tersebut sama dengan arah gaya
total. Jika besar gaya total tetap atau tidak berubah, maka besar
percepatan yang dialami benda juga tetap alias tidak berubah.
Hukum
III Newton
Apabila
sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua
memberikan gaya kepada benda yang pertama. Kedua gaya tersebut
memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah.
Secara
matematis Hukum III Newton dapat ditulis sebagai berikut :
Faksi
= -Freaksi
Tanda
negatif menunjukkan bahwa arah gaya reaksi tersebut berlawanan dengan
gaya aksi yang anda berikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar