Secara umum terdapat 4 jenis
katarak seperti berikut.
1. Congenital, merupakan katarak
yang terjadi sejak bayi lahir dan berkembang pada tahun pertama dalam
hidupnya. Jenis katarak ini sangat jarang
terjadi.
2. Traumatik, merupakan katarak
yang terjadi karena kecelakaan pada mata.
3. Sekunder, katarak yang
disebabkan oleh konsumsi obat seperti prednisone dan kortikosteroid, serta
penderita diabetes. Katarak diderita 10 kali lebih umum oleh penderita diabetes
daripada oleh populasi secara umum.
4. Katarak yang berkaitan
dengan usia, merupakan jenis katarak yang paling umum. Berdasarkan lokasinya,
terdapat 3 jenis katarak ini, yakni nuclear sclerosis, cortical, dan posterior
subcapsular. Nuclear sclerosis merupakan perubahan lensa secara perlahan
sehingga menjadi keras dan berwarna kekuningan. Pandangan jauh lebih dipengaruhi
daripada pandangan dekat (pandangan baca), bahkan pandangan baca dapat menjadi
lebih baik. Penderita juga mengalami kesulitan
membedakan warna, terutama warna birru. Katarak jenis cortical
terjadi bila serat-serat lensa menjadi keruh, dapat menyebabkan silau terutama
bila menyetir pada malam hari. Posterior subcapsular merupakan terjadinya
kekeruhan di sisi
belakang lensa.
Katarak ini
menyebabkan silau, pandangan kabur pada kondisi
cahaya terang, serta pandangan baca menurun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar