Semua tentang perasaan. Ada sayang, cinta, benci, kagum, dan
masih banyak lagi. Beberapa orang mampu menyatakan perasaannya secara langsung
ke orang yang dituju. Seorang anak laki-laki imut yang memiliki rambut pirang
dan mata kebiru-biruan tampak sangat menggemaskan membuat banyak orang ingin
memeluk dan mencubit kedua pipinya. Namanya sam, adik dari seorang perempuan bernama Sany. Sepulang
dari bermain pun sam dengan muka kesal menceritakan hal yang sering dia alami.
“ Kak, kok mereka cubit-cubit dan peluk-peluk aku sih? Kan sakit. Mana risih
tau gak sih di peluk- peluk gitu” gerutunya. “Sam gak boleh marah, mereka itu
sayang sama kamu makanya kamu sampe dipeluk dan di cubiti gitu.” Jawab kak
Sany. “ jadi, banyak yang sayang sama Sam kak ya. Kalo gitu berarti sam harus
gitu juga dong.
Hari demi hari berlalu, Sam terbiasa memeluk orang
terdekatnya sambil berkata “sam sayang mama”, “ Sam sayang papa”, “Sam sayang
kakak”.
Kebiasaanya tersebut terbawa sampai ia di Sekolah Dasar, “ini
nih sam punya kamu ketinggalan” ujar Kayla. “Makasih ya, Sam sayang deh sama
Kayla” ucap Sam sambil memeluk Kayla. Sam pun terhempas karena didorong Kayla. Robby
yang melihat kejadian itu, langsung mendekati Sam dan mengajak Sam pulang ke
rumahnya. Robby yang merupakan pacarnya Sany, langsung menceritakan kejadian
tadi. “Sam lain kali gak boleh asal peluk orang ya. Ada beberapa orang yang gak
suka di peluk ada yang berpikiran kalo itu gak sopan.” Ujar Sany.
“Tapi kak, Sam kan emang sayang sama Kayla”jawabnya. “ Iya
Sam, kakak tau. Sayang gak selamanya harus diungkapin dengan kata atupun
pelukan Sam. Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa sayang itu, Sam. Yang terpenting
kita sudah memperlihatkannya melalui sikap dan perbuatan kita ke orang yang
kita sayang itu. Tapi kalo semisal emang orang itu meluk Sam duluan berarti dia
gak masalah kalo Sam juga nunjukin rasa sayang Sam ke orang itu”.
Dari sejak saat itu, Sam gak pernah lagi sembarangan meluk
atau bilang sayang kecuali dengan keluarganya sendiri. Ketika menginjak bangku
SMP, SMA, dan Kuliah Sam mempunyai banyak banget fans cewek. Gimana enggak,
badan putih, tinggi, rambut pirang, mata kebiruan membuat ia menjadi lelaki idaman semua wanita.
Sam selalu welcome dengan setiap cewek yang dateng ke
hidupnya. Namun dia hanya menganggap mereka itu hanya teman-teman yang dia
sayang. Hingga seorang cewek manis yang bernama Alice lewat dihadapannya. Saat itu
pun juga, Sam mulai jatuh hati pada pandang pertama.
“Tidak perlu khawatir bagaimana cinta itu jatuh,
namun pikirkanlah bagaimana proses dari cinta itu.”
Awalnya Sam hanya tertarik
kepada Alice dikarenakan sosoknya yang manis. Sampai akhirnya Sam
membujuk Lala untuk mendekatkannya dengan Alice. Seiring berjalannya waktu Sam,
Alice, Lala, Hamid, Yordi, Ivan, Kevin, Ikram, Putra, Dheo dan Yogi menjadi
sangat akrab. Alice dan Lala termasuk cewek yang hobby maen dengan cowok. Bukan
karena kegatelan, tapi emang karena dia lebih nyaman beteman akrab dengan
cowok. Cowok gak seribet cewek. Walaupun ada beberapa cewek yang gak ribet. Oh iya,
Lala mempunyai postur tubuh yang imut-imut sedangkan Alice mempunyai postur
yang sedikit macho. Jika dibandingakan dengan Lala, Alice lebih tomboy dibanding
Lala. Gimana nggak Alice dari kecil sudah terbiasa maen dengan anak cowok.
Alice suka berceloteh, entah apa saja yang dibicarakannya. Sampe-sampe
kalo dia diam, kami nanya. Kok diam lice? Kamu lagi sakit ya?
Alice pernah cerita kalo dulu dia suka pingsan saat upacara.
Ya iyalah, upacarakan gk boleh ribut,gk boleh ngoceh kesana kesini. Bolehnya berdiri
tegap dan hormat.
Alice dan Lala sama-sama cewek yang supel. Bedanya, Lala
agak sedikit pemalu. Ketawanya juga beda, kalo Alice ketawa serasa di dunia ini
Cuma dia yang biasa ketawa. Volume dan ketawa terbahak-bahaknya itu loh,
membuatnya juga menjadi daya pikat Sam. Karena Sam gak butuh cewek yang suka
jaim.
Sam butuh cewek yang apa adanya, easy going, manis, dan
ramah. Buat apa yang terlalu cantik tapi gak bisa bikin hidup jadi asik. Buat
apa punya cewek yang kitanya Cuma dimanfaatin. Dan buat apa punya cewek kalo
tiap ketemu Cuma sedieman?
Cewek seceria Alice yang punya banyak teman laki-laki gak
pernah diduga punya banyak masalah didalam hidupnya. Aku tahu ini, dari
temannya, dari cerita hidupnya aku tambah kagum dengan dia. Andai aku bisa jadi
sesosok pria spesial di hati Alice. Akan kujaga selalu Alice ku dari segala
bahaya dan masalah.
Dalam diam aku mencintainya, dan tiap saat ku perhatikannya.
Ku biarkan rasa ini hanyut di bawa air dan kubiar kan ia terbang bersama angin
layaknya debu.
“Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri.
Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya
berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi.
Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana
simpul yang dusta.”
Aku kira rasa ini hanya sementara, aku kira rasa ini akan
terkalahkan dengan persahabatan kami. Aku gak ingin persahabatan ku hancur
hanya karena perasaan yang gak jelas. Rasa cemburu saat ia terlalu dekat dengan
lelaki lain, rasa sedih saat melihat ia sedang sendiri dan merenung. Aku selalu
menanyakan masalh apa yang ia hadapi. Sering kali ia berbohong, menutupi
semuanya dariku dengan berbagai alasan dan senyumnya yang manis itu.
Senyum itu, senyum palsu hatiku berbisik. “ Aku tahu kau
punya masalah, cerita aja. Katanya sahabat tapi pake acara ditutup-tutupin.” Bujukku.
Akhirnya ia menceritakan keluh kesah hidupnya. Aku gak hanya
mendengarkan, aku selalu memberi solusi atas semua masalah yang ia hadapi. Senyumnya
yang asli membuat ku rindu ingn selalu melihatnya, tanpa ada detik yang
berselang. Cerianya gak boleh hilang sedetik pun, karena aku gak rela.
Dalam diam aku mencari tahu kisah cinta ia sebelum – sebelumnya.
Kuceritakan perasaanku pada teman-teman akrab ku yang lain. Akhirnya mereka
turut membantuku, untuk mengintrogasi Alice.
Aku kira alice cewek tomboy yang menganggap seluruh cowok
itu teman. Ternyata ada seseorang lelaki yang sangat beruntung menjadi pilihan
Alice. Aku penasaran bagaimana perasaan Alice sebenarnya terhadap aku maupun
lelaki itu.
Ataukah mungkin ia hanya menjalani kisah cintanya dengan
setengah hati?
Terlalu banyak aku menerka-nerka. Hingga aku penasaran
dengan akhir penantianku. Lalu ku putuskan untuk mengungkapkan rasa sayang dan
cinta ku kepada Alice seperti kata kakak sewaktu aku kecil.
Perasaan gak selalu diungkapkan lewat kata, tapi melalui
perbuatan. Namun bila ia tidak sadar, kita harus menyadarkannya dengan kata. Kata
yang indah tanpa ada kebohongan sedikit pun
Tidakkan indah rasa yang tidak dipaksakan? Tidakkah indah
bila kita terus bersama entah itu menjadi teman, sahabat ataupun pacar?
Siang ini kutekadkan diriku untuk menemui Alice.
“Hei lice”. Sapaku. Kamu darimana aja sih, kok baru nongol.
“Yok ke kantin”, ajakku.
Sambil makan baso aku memulai percakapan serius ku
*cieialahh
“Lice, aku sayang sama kamu.” Tuturku.
“haha apaan sih Sam, kok tumben ngomongnya gini amat. Kamu kesambet
apa? Iya Sam aku juga sayang kamu. Kamu kan teman terbaik yang aku punya”
“aku juga cinta sama kamu Alice. Aku ingin kita lebih dari
teman” pintaku.
“buat apa sih sam? Emang apa enaknya sih pacaran? Kok kamu
gak asik banget sih siang ini”
“Lice, apa aku salah ngungkapin perasaan aku ke kamu?”
tanyaku
“Nggak Sam, Aku lebih nyaman kamu jadi sahabat aku. Kamu orang
yang sangat baik Sam. Mungkin itu Cuma rasa yang sementara. Sebelumnya juga ada
kok yang kayak gitu eh gak taunya, rasa itu hilang gitu aja dari dirinya. Kamu terlalu
baik untuk aku. Aku Cuma cocok jadi sahabat kamu. Apa harus pacaran ya Sam kalo
sayang dan cinta? Nggak kan? Kamu gak mau kan kita jauhan Cuma karena kita
putus? Karena hakikatnya pacaran hanya beujung pada putus. Entah itu putus dan
move ke orang lain apa ke pelaminan haha. Mending kita jadi sahabat aja Sam. Kan
lebih baik lagi kalo sahabatnya rasa pacaran. Iya nggak? Hahaha” jawabnya
dengan nada santai.
"HAHA iya ya Lice."jawabku enteng.
"Sam.."
"iya Lice?"
"Mau janji ke aku gak"
"janji apa?"
"janji jangan pernah berubah, jangan pernah menjauh dari aku, aku gak sanggup kehilanganmu Sam. Aku sayang kamu. Bila saatnya tiba, mungkin aku bisa berpaling kepada mu Sam. Tapi aku butuh waktu"
"No, problem Alice sayang. tenang aku janji aku gak akan jauh dari kamu. dan aku akan setia menunggumu. dan aku berjanji gak akan berpaling ke cewek mana pun.
"HAHA iya ya Lice."jawabku enteng.
"Sam.."
"iya Lice?"
"Mau janji ke aku gak"
"janji apa?"
"janji jangan pernah berubah, jangan pernah menjauh dari aku, aku gak sanggup kehilanganmu Sam. Aku sayang kamu. Bila saatnya tiba, mungkin aku bisa berpaling kepada mu Sam. Tapi aku butuh waktu"
"No, problem Alice sayang. tenang aku janji aku gak akan jauh dari kamu. dan aku akan setia menunggumu. dan aku berjanji gak akan berpaling ke cewek mana pun.
Aku tertegun dengan apa yang dikatakan Alice. Mungkin dia
benar. Untuk apa pacaran kalo rasanya sama. Dia selalu ada buat aku dan aku
selalu ada buat dia layaknya orang pacaran kan lebih baik daripada pacaran rasa
teman. Yang kuperjuangkan sekuat usahaku jika kau tak memperjuangkanku sepenuh hatimu, tetap saja ini akan berlalu, bisikan hatiku.
“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya
jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.” ~ Tere Liye
kasian hamid namonyo cuma disebutkan . . .
BalasHapusIntro dulu kali mas sabar
Hapushamid/19/m/indo
Hapusu?
Endingnya jangan gak jadian yaa pliss, can't wait how writer dercribe kevin in this story, although maybe that isn't me wkwk
BalasHapus