Minggu, 11 Desember 2016

Rasa yang Berkembang

Semua tentang perasaan. Ada sayang, cinta, benci, kagum, dan masih banyak lagi. Beberapa orang mampu menyatakan perasaannya secara langsung ke orang yang dituju. Seorang anak laki-laki imut yang memiliki rambut pirang dan mata kebiru-biruan tampak sangat menggemaskan membuat banyak orang ingin memeluk dan mencubit kedua pipinya. Namanya sam, adik  dari seorang perempuan bernama Sany. Sepulang dari bermain pun sam dengan muka kesal menceritakan hal yang sering dia alami. “ Kak, kok mereka cubit-cubit dan peluk-peluk aku sih? Kan sakit. Mana risih tau gak sih di peluk- peluk gitu” gerutunya. “Sam gak boleh marah, mereka itu sayang sama kamu makanya kamu sampe dipeluk dan di cubiti gitu.” Jawab kak Sany. “ jadi, banyak yang sayang sama Sam kak ya. Kalo gitu berarti sam harus gitu juga dong. 

Hari demi hari berlalu, Sam terbiasa memeluk orang terdekatnya sambil berkata “sam sayang mama”, “ Sam sayang papa”, “Sam sayang kakak”.

Kebiasaanya tersebut terbawa sampai ia di Sekolah Dasar, “ini nih sam punya kamu ketinggalan” ujar Kayla. “Makasih ya, Sam sayang deh sama Kayla” ucap Sam sambil memeluk Kayla. Sam pun terhempas karena didorong Kayla. Robby yang melihat kejadian itu, langsung mendekati Sam dan mengajak Sam pulang ke rumahnya. Robby yang merupakan pacarnya Sany, langsung menceritakan kejadian tadi. “Sam lain kali gak boleh asal peluk orang ya. Ada beberapa orang yang gak suka di peluk ada yang berpikiran kalo itu gak sopan.” Ujar Sany. 

“Tapi kak, Sam kan emang sayang sama Kayla”jawabnya. “ Iya Sam, kakak tau. Sayang gak selamanya harus diungkapin dengan kata atupun pelukan Sam. Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa sayang itu, Sam. Yang terpenting kita sudah memperlihatkannya melalui sikap dan perbuatan kita ke orang yang kita sayang itu. Tapi kalo semisal emang orang itu meluk Sam duluan berarti dia gak masalah kalo Sam juga nunjukin rasa sayang Sam ke orang itu”.
Dari sejak saat itu, Sam gak pernah lagi sembarangan meluk atau bilang sayang kecuali dengan keluarganya sendiri. Ketika menginjak bangku SMP, SMA, dan Kuliah Sam mempunyai banyak banget fans cewek. Gimana enggak, badan putih, tinggi, rambut pirang, mata kebiruan membuat ia  menjadi lelaki idaman semua wanita.

Sam selalu welcome dengan setiap cewek yang dateng ke hidupnya. Namun dia hanya menganggap mereka itu hanya teman-teman yang dia sayang. Hingga seorang cewek manis yang bernama Alice lewat dihadapannya. Saat itu pun juga, Sam mulai jatuh hati pada pandang pertama.

“Tidak perlu khawatir bagaimana cinta itu jatuh,
namun pikirkanlah bagaimana proses dari cinta itu.”

Awalnya Sam hanya tertarik  kepada Alice dikarenakan sosoknya yang manis. Sampai akhirnya Sam membujuk Lala untuk mendekatkannya dengan Alice. Seiring berjalannya waktu Sam, Alice, Lala, Hamid, Yordi, Ivan, Kevin, Ikram, Putra, Dheo dan Yogi menjadi sangat akrab. Alice dan Lala termasuk cewek yang hobby maen dengan cowok. Bukan karena kegatelan, tapi emang karena dia lebih nyaman beteman akrab dengan cowok. Cowok gak seribet cewek. Walaupun ada beberapa cewek yang gak ribet. Oh iya, Lala mempunyai postur tubuh yang imut-imut sedangkan Alice mempunyai postur yang sedikit macho. Jika dibandingakan dengan Lala, Alice lebih tomboy dibanding Lala. Gimana nggak Alice dari kecil sudah terbiasa maen dengan anak cowok.

Alice suka berceloteh, entah apa saja yang dibicarakannya. Sampe-sampe kalo dia diam, kami nanya. Kok diam lice? Kamu lagi sakit ya?

Alice pernah cerita kalo dulu dia suka pingsan saat upacara. Ya iyalah, upacarakan gk boleh ribut,gk boleh ngoceh kesana kesini. Bolehnya berdiri tegap dan hormat.

Alice dan Lala sama-sama cewek yang supel. Bedanya, Lala agak sedikit pemalu. Ketawanya juga beda, kalo Alice ketawa serasa di dunia ini Cuma dia yang biasa ketawa. Volume dan ketawa terbahak-bahaknya itu loh, membuatnya juga menjadi daya pikat Sam. Karena Sam gak butuh cewek yang suka jaim.
Sam butuh cewek yang apa adanya, easy going, manis, dan ramah. Buat apa yang terlalu cantik tapi gak bisa bikin hidup jadi asik. Buat apa punya cewek yang kitanya Cuma dimanfaatin. Dan buat apa punya cewek kalo tiap ketemu Cuma sedieman?

Cewek seceria Alice yang punya banyak teman laki-laki gak pernah diduga punya banyak masalah didalam hidupnya. Aku tahu ini, dari temannya, dari cerita hidupnya aku tambah kagum dengan dia. Andai aku bisa jadi sesosok pria spesial di hati Alice. Akan kujaga selalu Alice ku dari segala bahaya dan masalah.

Dalam diam aku mencintainya, dan tiap saat ku perhatikannya. Ku biarkan rasa ini hanyut di bawa air dan kubiar kan ia terbang bersama angin layaknya debu.

“Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”

Aku kira rasa ini hanya sementara, aku kira rasa ini akan terkalahkan dengan persahabatan kami. Aku gak ingin persahabatan ku hancur hanya karena perasaan yang gak jelas. Rasa cemburu saat ia terlalu dekat dengan lelaki lain, rasa sedih saat melihat ia sedang sendiri dan merenung. Aku selalu menanyakan masalh apa yang ia hadapi. Sering kali ia berbohong, menutupi semuanya dariku dengan berbagai alasan dan senyumnya yang manis itu.

Senyum itu, senyum palsu hatiku berbisik. “ Aku tahu kau punya masalah, cerita aja. Katanya sahabat tapi pake acara ditutup-tutupin.” Bujukku.

Akhirnya ia menceritakan keluh kesah hidupnya. Aku gak hanya mendengarkan, aku selalu memberi solusi atas semua masalah yang ia hadapi. Senyumnya yang asli membuat ku rindu ingn selalu melihatnya, tanpa ada detik yang berselang. Cerianya gak boleh hilang sedetik pun, karena aku gak rela.

Dalam diam aku mencari tahu kisah cinta ia sebelum – sebelumnya. Kuceritakan perasaanku pada teman-teman akrab ku yang lain. Akhirnya mereka turut membantuku, untuk mengintrogasi Alice.
Aku kira alice cewek tomboy yang menganggap seluruh cowok itu teman. Ternyata ada seseorang lelaki yang sangat beruntung menjadi pilihan Alice. Aku penasaran bagaimana perasaan Alice sebenarnya terhadap aku maupun lelaki itu.

Ataukah mungkin ia hanya menjalani kisah cintanya dengan setengah hati?

Terlalu banyak aku menerka-nerka. Hingga aku penasaran dengan akhir penantianku. Lalu ku putuskan untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta ku kepada Alice seperti kata kakak sewaktu aku kecil.

Perasaan gak selalu diungkapkan lewat kata, tapi melalui perbuatan. Namun bila ia tidak sadar, kita harus menyadarkannya dengan kata. Kata yang indah tanpa ada kebohongan sedikit pun

Tidakkan indah rasa yang tidak dipaksakan? Tidakkah indah bila kita terus bersama entah itu menjadi teman, sahabat ataupun pacar?

Siang ini kutekadkan diriku untuk menemui Alice.
“Hei lice”. Sapaku. Kamu darimana aja sih, kok baru nongol.
“Yok ke kantin”, ajakku.
Sambil makan baso aku memulai percakapan serius ku *cieialahh
“Lice, aku sayang sama kamu.” Tuturku.
“haha apaan sih Sam, kok tumben ngomongnya gini amat. Kamu kesambet apa? Iya Sam aku juga sayang kamu. Kamu kan teman terbaik yang aku punya”
“aku juga cinta sama kamu Alice. Aku ingin kita lebih dari teman” pintaku.
“buat apa sih sam? Emang apa enaknya sih pacaran? Kok kamu gak asik banget sih siang ini”
“Lice, apa aku salah ngungkapin perasaan aku ke kamu?” tanyaku
“Nggak Sam, Aku lebih nyaman kamu jadi sahabat aku. Kamu orang yang sangat baik Sam. Mungkin itu Cuma rasa yang sementara. Sebelumnya juga ada kok yang kayak gitu eh gak taunya, rasa itu hilang gitu aja dari dirinya. Kamu terlalu baik untuk aku. Aku Cuma cocok jadi sahabat kamu. Apa harus pacaran ya Sam kalo sayang dan cinta? Nggak kan? Kamu gak mau kan kita jauhan Cuma karena kita putus? Karena hakikatnya pacaran hanya beujung pada putus. Entah itu putus dan move ke orang lain apa ke pelaminan haha. Mending kita jadi sahabat aja Sam. Kan lebih baik lagi kalo sahabatnya rasa pacaran. Iya nggak? Hahaha” jawabnya dengan nada santai.
"HAHA  iya ya Lice."jawabku enteng.

"Sam.."
"iya Lice?"
"Mau janji ke aku gak"
"janji apa?"
"janji jangan pernah berubah, jangan pernah menjauh dari aku, aku gak sanggup kehilanganmu Sam. Aku sayang kamu. Bila saatnya tiba, mungkin aku bisa berpaling kepada mu Sam. Tapi aku butuh waktu"
"No, problem Alice sayang. tenang aku janji aku gak akan jauh dari kamu. dan aku akan setia menunggumu. dan aku berjanji gak akan berpaling ke cewek mana pun.

Aku tertegun dengan apa yang dikatakan Alice. Mungkin dia benar. Untuk apa pacaran kalo rasanya sama. Dia selalu ada buat aku dan aku selalu ada buat dia layaknya orang pacaran kan lebih baik daripada pacaran rasa teman. Yang kuperjuangkan sekuat usahaku jika kau tak memperjuangkanku sepenuh hatimu, tetap saja ini akan berlalu, bisikan hatiku.


“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.” ~ Tere Liye


4 komentar:

  1. kasian hamid namonyo cuma disebutkan . . .

    BalasHapus
  2. Endingnya jangan gak jadian yaa pliss, can't wait how writer dercribe kevin in this story, although maybe that isn't me wkwk

    BalasHapus