Kamis, 15 Agustus 2013

GAGAL GINJAL AKUT PADA ANAK

gagal-ginjal-akut-anakginjal adalah ketidakmampuan ginjal untuk mengeluarkan pembuangan, membersihkan urine dan menghemat elektrolit. Ini bisa terjadi dengan tiba-tiba dalam merespon perfusi yang tidak adekuat. Azotemia dan uremia adalah faktor yang sering dihubungkan dengan gagal ginjal. Azotemia adalah pengumpulan pembuangan nitrogen dalam darah. Uremia adalah kondisi yang lebih lanjut yang menyimpan nitrogen yang menghasilkan racun. Azotemia tidak mengancam hidup, sedangkan uremia adalah kondisi yang serius yang sering melibatkan sistem tubuh yang lain.
Gagal ginjal akut (GGA) adalah penurunan fungsi ginjal mendadak dengan akibat hilangnya kemampuan ginjal untuk mempertahankan homeostasis tubuh.(1,5,10) Adapula yang mendefinisikan gagal ginjal akut sebagai suatu sindrom yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang mendadak dengan akibat terjadinya penimbunan hasil metabolit persenyawaan nitrogen seperti ureum dan kreatinin.(2,3,7,12) Fine menambahkan dalam kriteria diagnosis GGA yaitu terjadinya peningkatan kadar kreatinin darah secara progresif 0,5 mg/dL per hari. Peningkatan kadar ureum darah adalah sekitar 10-20 mg/dL per hari, kecuali bila terjadi keadaan hiperkatabolisme dapat mencapai 100 mg/dL per hari.
Insiden gagal ginjal kronik pada anak lebih jarang dibandingkan pada dewasa tetapi memiliki akibat yang lebih buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan. Biasanya gejala klinis belum terlihat hingga terjadi penurunan fungsi ginjal sampai 60-80%. Gejala klinis mungkin tidak jelas yaitu adanya gagal tumbuh, anoreksia dan nokturia atau dapat berupa gejala akut pada krisis kronik yang dapat disebabkan oleh adanya infeksi. Infeki saluran kemih atau pengeluaran garam dapat mempercepat perburukan fungsi ginjal, sementara infeksi ekstra renal yang disertai meningkatnya katabolisme dan muntah-muntah dapat menyebabkan penurunan laju filtrasi gloumerulus yang mendadak.
Anak dengan gagal ginjal kronik harus diawasi oleh tim nefrologi anak yang mampu memberikan perawatan yang optimal yang terdiri dari pemberian diet khusus, kemungkinan tidakan bedah dan persiapan psikologis jika akan dilakukan dialisis atau transplantasi. Gangguan pertumbuhan pada gagal ginjal kronik merupakan masalah yang multifaktorial, tetapi dengan pemberian diet yang agresif disertai suplemen pada anak besar atau dengan pemberian makanan melalui ansigastri atau gastrostomi pada anak usia 2 tahun pertama, dapat membantu mencegah terjadinya perawakan pendek yang sering tampak pada anak dengan gagal ginjal kronik.
Pada keadaan yang lebih berat, di mana kemampuan filtrasi glomerulus semakin rendah, di bawah 10 ml/menit/1,73 m2, disebut sebagai stadium terminal dari penyakit ginjal ini. Bila pada stadium ini tidak dilakukan usaha untuk menopang fungsi ginjal maka umur anak tidak dapat dipertahankan lagi. Dialisis atau transplantasi adalah satu cara untuk menekan komplikasi serius akibat gagal ginjal kronik.
Penyebab dari gagal ginjal kronik dan stadium terminal penyakit ginjal pada anak dan remaja adalah : glomerulusonefritis, nefropati refluks, ekainan kongenital (sindrom Alport, nefronoptisi, sistinosis, penyakit polisistik, dll), displasia (dengan obstruksi atua tanpa obstruksi) dan sondroma uremik hemolitik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar