Proses pembakaran
adalah proses reaksi kimia antara bahan bakar dan oksidator dengan melibatkan
pelepasan energi dalam bentuk panas dalam jumlah yang signifikan. Pembakaran
merupakan bagian sangat penting dalam kegiatan industri yang memanfaatkan bahan bakar
sebagai sumber energi. Saat ini hampir semua industri melibatkan proses
pembakaran sebagai salah satu unit penyedia energi dalam sistem utilitasnya.
Beberapa industri bahkan menggunakan pembakaran sebagai unit utamanya, seperti
industri pembangkit listrik. Jenis industri lainnya memanfaatkan proses
pembakaran sebagai unit pendukung yang memiliki peran vital, seperti pada industri
logam, industri kimia, dan sebagainya.
Proses pembakaran
yang tidak sempurna seringkali mengakibatkan peningkatan emisi gas-gas beracun
(misal: karbon
monoksida), penggunaan bahan bakar yang lebih boros dan biaya perawatan
peralatan produksi meningkat. Kebutuhan yang sangat besar serta menipisnya
ketersediaan bahan bakar fosil menjadi pertimbangan penting dalam upaya
peningkatan efisiensi pembakaran dalam industri. Peningkatan efisiensi dalam
penggunaan energi merupakan suatu keharusan, karena besarnya biaya yang harus
dikeluarkan oleh industri untuk memenuhi kebutuhan energinya. Hal ini diperkuat dengan Peraturan
Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 Bab I Pasal 1 ayat 7, tentang
konservasi energi yaitu penggunaan energi secara efisien dan rasional tanpa
mengurangi penggunaan energi yang memang diperlukan.
Salah satu bentuk
upaya untuk meningkatkan efisiensi energi tersebut adalah dengan meningkatkan
efisiensi pembakaran sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar. Pada penelitian ini upaya meningkatkan efisiensi penggunaan energi
pada burner industri kecil dengan
menggunakan bahan bakar LPG. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
karakteristik dan peningkatan efisiensi pembakaran pada penggunaan teknologi fuel preheating system. Sedangkan
tujuannya adalah untuk mendapatkan data teknis peningkatan efisiensi pembakaran
yang dapat dicapai dengan menggunakan preheating
system, seberapa besar pengaruh peningkatan temperatur awal LPG terhadap
efisiensi pembakaran dan emisi CO, sehingga untuk tahun kedua pada tahun 2012,
penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rancang bangun preheating system yang bisa di aplikasikan
pada burner Industri skala kecil
sebagai alat peningkat efisiensi pembakaran.
Pengujian kinerja bahan bakar LPG pada burner dengan menggunakan preheating system dan tanpa preheating system dengan skematik pengujian sebagi berikut :
Pengujian
emisi hasil pembakaran bahan bakar LPG pada burner
dengan skema peralatan sebagai berikut :
Pada penelitian ini pengamatan
dilakukan dengan memberikan pemanasan awal bahan bakar LPG, selanjutnya
diperhitungkan konsumsi, efisiensi, emisi CO dan CO2 , Dari hasil
pengujian pada penelitian ini terlihat dengan penambahan temperatur awal LPG
dapat meningkatkan efisiensi sampai 23,05 % dan menurunkan konsumsi 32,93 %
pada temperatur pemanasan awal 1000C.
Pada pengukuran emisi gas CO
terlihat bahwa sampai dengan peningkatan temperatur awal LPG 1000C
mengalami penurunan sampai dengan 81.13%, sehingga dapat di artikan dengan
meningkatnya temperatur awal LPG sebelum bereaksi menjadi flame di ujung burner,
dapat meningkatkan efisiensi proses pembakaran dengan menurunnya emisi gas CO.
Dari hasil penelitian di tahun
pertama ini dengan pemanfaatan preheating
system pada burner industri skala
kecil berbahan bakar LPG dapat meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengurangi
emisi gas CO dengan rincian sebagai berikut :
a.
Pada peningkatan temperatur
awal LPG sampai dengan 500C maka akan meningkatkan efisiensi burner sebesar 6,75% , menurunkan konsumsi sebesar
11,01% dan menurunkan emisi gas CO sebesar 49,06%.
b.
Pada peningkatan temperatur
awal LPG sampai dengan 1000C maka akan meningkatkan efisiensi burner sebesar 23,05% , menurunkan konsumsi sebesar
32,93% dan menurunkan emisi gas CO sebesar 81,13%.
Gambar 31. Dimensi
nyala api tanpa pemanasan
RESEARCH AND DEVELOPMENT CENTER FOR OIL AND GAS TECHNOLOGY
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar