Kamis, 22 Agustus 2013

Studi Penurunan Emisi CO2 Melalui Pengembangan Teknologi Pembakaran: "Pemanfaatan Preheating Sistem untuk Peningkatan Efisiensi Energi pada Burner Ska

Proses pembakaran adalah proses reaksi kimia antara bahan bakar dan oksidator dengan melibatkan pelepasan energi dalam bentuk panas dalam jumlah yang signifikan. Pembakaran merupakan bagian sangat penting dalam kegiatan industri yang memanfaatkan bahan bakar sebagai sumber energi. Saat ini hampir semua industri melibatkan proses pembakaran sebagai salah satu unit penyedia energi dalam sistem utilitasnya. Beberapa industri bahkan menggunakan pembakaran sebagai unit utamanya, seperti industri pembangkit listrik. Jenis industri lainnya memanfaatkan proses pembakaran sebagai unit pendukung yang memiliki peran vital, seperti pada industri logam, industri kimia, dan sebagainya.
Proses pembakaran yang tidak sempurna seringkali mengakibatkan peningkatan emisi gas-gas beracun (misal: karbon monoksida), penggunaan bahan bakar yang lebih boros dan biaya perawatan peralatan produksi meningkat. Kebutuhan yang sangat besar serta menipisnya ketersediaan bahan bakar fosil menjadi pertimbangan penting dalam upaya peningkatan efisiensi pembakaran dalam industri. Peningkatan efisiensi dalam penggunaan energi merupakan suatu keharusan, karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh industri untuk memenuhi kebutuhan energinya. Hal ini diperkuat dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 Bab I Pasal 1 ayat 7, tentang konservasi energi yaitu penggunaan energi secara efisien dan rasional tanpa mengurangi penggunaan energi yang memang diperlukan.
Salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan efisiensi energi tersebut adalah dengan meningkatkan efisiensi pembakaran sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar. Pada penelitian ini upaya meningkatkan efisiensi penggunaan energi pada burner industri kecil dengan menggunakan bahan bakar LPG. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan peningkatan efisiensi pembakaran pada penggunaan teknologi fuel preheating system. Sedangkan tujuannya adalah untuk mendapatkan data teknis peningkatan efisiensi pembakaran yang dapat dicapai dengan menggunakan preheating system, seberapa besar pengaruh peningkatan temperatur awal LPG terhadap efisiensi pembakaran dan emisi CO, sehingga untuk tahun kedua pada tahun 2012, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rancang bangun preheating system yang bisa di aplikasikan pada burner Industri skala kecil sebagai alat peningkat efisiensi pembakaran.
Pengujian kinerja bahan bakar LPG pada burner dengan menggunakan preheating system dan tanpa preheating system  dengan skematik pengujian sebagi berikut :
 
  Pengujian emisi hasil pembakaran bahan bakar LPG pada burner dengan skema peralatan sebagai berikut :
 
 

 Pada penelitian ini pengamatan dilakukan dengan memberikan pemanasan awal bahan bakar LPG, selanjutnya diperhitungkan konsumsi, efisiensi, emisi CO dan CO2 , Dari hasil pengujian pada penelitian ini terlihat dengan penambahan temperatur awal LPG dapat meningkatkan efisiensi sampai 23,05 % dan menurunkan konsumsi 32,93 % pada temperatur pemanasan  awal 1000C.
Pada pengukuran emisi gas CO terlihat bahwa sampai dengan peningkatan temperatur awal LPG 1000C mengalami penurunan sampai dengan 81.13%, sehingga dapat di artikan dengan meningkatnya temperatur awal LPG sebelum bereaksi menjadi flame di ujung burner, dapat meningkatkan efisiensi proses pembakaran dengan menurunnya emisi gas CO.
Dari hasil penelitian di tahun pertama ini dengan pemanfaatan preheating system pada burner industri skala kecil berbahan bakar LPG dapat meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengurangi emisi gas CO dengan rincian sebagai berikut :
a.       Pada peningkatan temperatur awal LPG sampai dengan 500C maka akan meningkatkan efisiensi burner sebesar  6,75% , menurunkan konsumsi  sebesar  11,01% dan menurunkan emisi gas CO sebesar  49,06%.
b.      Pada peningkatan temperatur awal LPG sampai dengan 1000C maka akan meningkatkan efisiensi burner sebesar  23,05% , menurunkan konsumsi  sebesar  32,93% dan menurunkan emisi gas CO sebesar  81,13%.
 
 
 Gambar 31.   Dimensi nyala api tanpa pemanasan
 
 
Gambar 32.     Dimensi nyala api dengan pemanasan 80oC
 
Gambar 33.     Pengamatan flame (api) secara visual
 
 
RESEARCH AND DEVELOPMENT CENTER FOR OIL AND GAS TECHNOLOGY
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar