Virus Raksasa Teraneh Sejagad Ini Mungkin Adalah Alien
Virus pandora (Pandoraviruses) tidak berbahaya bagi manusia, malah memberikan keuntungan karena mengatur fitoplankton.
Ilmuwan baru saja menemukan virus terbesar dari yang pernah ditemukan. Virus pandora adalah nama bagi virus yang memiliki panjang satu mikron atau sekitar seperseribu milimeter.
Ukurannya berbeda dengan genus virus
pandora lainnya yang lebih kecil dengan ukuran umumnya sekitar 50 hingga
100 nanometer dan hanya enam persen dari gen yang menyerupai apa pun
yang terlihat di Bumi sebelumnya.
Selain memiliki ukuran yang besar, virus pandora juga memiliki ukuran DNA super
yakni 2.500 gen dibanding dengan sepuluh gen yang biasa terdapat dalam
virus kebanyakan. Sebelumnya, dunia mikrobiologi telah menemukan
Mimivirus dengan ukuran 0,7 mikron dan menjadi virus ukuran besar
pertama yang ditemukan.

Imaji
dari partikel Pandoravirus yang berhasil ditangkap menggunakan
mikroskop elektron. (Chantal Abergel and Jean-Michel Claverie/National
Geographic News)
Dr. Jean-Michel Claverie, penulis studi dan seorang ahli mikrobiologi di Universita Aix-Marseille,
Prancis, menjelaskan bahwa karena virus ini sangat besar dan tidak
memiliki bentuk teratur yang biasanya berhubungan dengan virus, maka
pada awalnya ia berpikir itu adalah bakteri kecil. Timnya pergi pada
berburu untuk virus raksasa ini setelah survei mengidentifikasi
tanda-tanda mereka ada di dalam air laut.
Seorang ahli mikrobiologi Chantal Abergel
yang terlibat dalam penelitian ini juga mengungkapkan, menyusul temuan
tersebut, para ilmuwan juga memburu virus raksasa dalam endapan air.
Mereka mengambil sampel sedimen dari
pantai dekat Chili dan dari kolam di Australia. Kemudian mereka membawa
sampel ke laboratorium mereka dan menempatkan mereka dalam larutan yang
dikemas dengan antibiotik, dalam upaya untuk membunuh bakteri yang
hadir.
Dan benar saja mereka menemukan dua jenis, pertama Pandoravirus salinus, dari Sungai Tunquen di Chile, dan Pandoravirus dulcis dari kolam air tawar dekat Melbourne, Australia.
“Menemukan virus jenis baru yang sangat
berbeda dari yang pernah ada, meski cuma sekali dalam kurun waktu 50
tahun merupakan penemuan yang besar,” kata Chantal Abergel.
Virus pandora baru ditemukan sekarang
karena sebelumnya banyak ilmuwan yang masih menganggap bahwa semua virus
berukuran kecil. “Ketika orang-orang melihat ke dalam sel dan mereka
melihat sesuatu yang tidak memiliki dimensi yang tepat atau tidak
memiliki aset biasa atau geometri, mereka tidak berpikir itu virus,
mereka pikir itu merupakan beberapa jenis bakteri,” kata Claverie.
“Kami percaya bahwa Pandoraviruses baru
ini telah muncul dari jenis selular baru leluhur yang tidak lagi ada.
“Banyak tradisional virus berbagai ukuran dari sekitar 10 nanometer (nm)
menjadi sekitar 500 nm. Pandoravirus adalah sekitar satu mikrometer
besarnya dan ada 1.000 nm micrometre”. Ini berarti Pandoravirus cukup
besar untuk dilihat di bawah mikroskop yang paling dasar.

Imaji
dari partikel Pandoravirus yang berhasil ditangkap menggunakan
mikroskop elektron. (Chantal Abergel and Jean-Michel Claverie/National
Geographic News)
Genetika dan Reproduksi Yang Berbeda
Ketika tim mempelajari mereka, mereka
menemukan bahwa kode genetik mereka adalah dua kali ukuran Megavirus,
yang sebelumnya virus terbesar yang pernah ditemukan di sekitar 440nm.
Virus pandora sendiri telah ditemukan 13 tahun yang lalu.
Ketika tim mempelajari mereka, mereka
menemukan bahwa kode genetik mereka adalah dua kali ukuran Megavirus,
yang sebelumnya virus terbesar yang pernah ditemukan di sekitar 440nm.
Virus pandora memiliki cara reproduksi
yang aneh dan berbeda dari virus kebanyakan. Jika kebanyakan virus
memulai sel baru dengan membangun “kotak” kosong dan mengisinya dengan
DNA dari waktu ke waktu, virus pandora melakukan kedua proses pada saat
yang sama dalam proses yang disebut oleh tim penelitian sebagai “merajut”.
Perbedaan lain yang paling mencolok
adalah 93 persen dari 2.500 gen virus pandora tidak dapat ditelusuri
keturunannya di alam. Dengan kata lain, mereka benar-benar asing bagi
kita. Gen asing tersebut memberikan bukti “keberadaan kontroversial
domain keempat kehidupan” – di samping bakteri, archaea, dan eukaryota.
Mungkinkah Makhluk dari Luar Angkasa?
Dari ukurannya yang berbeda dengan genus virus pandora lainnya yang lebih kecil, memiliki ukuran DNA super
yakni 2.500 gen, cara reproduksi yang sangat berbeda, juga gennya hanya
6% dari gen yang menyerupai apa pun yang pernah terlihat di Bumi
sebelumnya, ditambah bahwa gen asing tersebut memberikan bukti
“keberadaan kontroversial domain keempat kehidupan”, membuat banyak
peneliti dan para ahli mengerutkan kening.
Hal ini menyebabkan para peneliti Prancis
untuk percaya bahwa virus mungkin berasal dari jaman kuno atau bahkan
planet lain, seperti Mars!
Virus raksasa biasanya hanya ditemukan
dibawah air dan tidak berpikir untuk menimbulkan risiko serius bagi
manusia. Namun, para peneliti, yang menerbitkan temuan mereka di jurnal Science, percaya bahwa virus ini membuka berbagai pertanyaan tentang sejarah kehidupan di Bumi.
Dr Claverie mengatakan kepada NPR: “Kami
percaya bahwa mereka Pandoraviruses baru telah muncul dari jenis selular
baru leluhur yang tidak lagi ada”. Dia melanjutkan untuk menjelaskan
bahwa ada kemungkinan bahwa mereka datang dari planet lain, seperti
Mars.
Atau bisa jadi virus ini pada awalnya berada jauh diatas atmosfir Bumi sebagai “makhluk atmosfir” selama beberapa waktu lamanya.

Para peneliti belum tahu juga, mengapa
bentuk seluler pada virus dapat berbeda, tetapi mereka berspekulasi
bahwa hal itu bisa saja terjadi karena mungkin virus berevolusi sebagai
strategi untuk bertahan hidup.
Atau, genom yang tidak biasa bisa
dikembangkan sebagai akibat dari itu mengambil materi genetik dari
host-nya. Para peneliti juga mengatakan bahwa sekarang mereka berharap
untuk dapat menemukan virus lebih besar dan lebih “raksasa”.
Virus ini juga tidak berbahaya bagi
manusia, malah memberikan keuntungan karena mengatur fitoplankton laut
yang memproduksi setengah dari oksigen bagi planet kita dan juga
membentuk basis rantai makanan.
Secara keseluruhan, tim menyimpulkan,
dengan penemuan virus ini menunjukkan bahwa selama ini pengetahuan dunia
dalam ilmu mikrobiologi masih minim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar