Menyembelih untuk selain Allah guna menyembuhkan orang sakit atau tujuan-tujuan lainnya adalah syirik besar, karena penyembelihan adalah ibadah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Maka dirikanlahs halat karena Rabbmu dan berkorbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
Dia berfirman,
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan
matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya;
dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang
yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)’.” (QS. Al-An’am: 162-163)
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan agar penyembelihan itu karena Allah semata,
dan Dia mengiringkannya bersama shalat. Demikian pula Allah
memerintahkan untuk memakan sembelihan yang disebutkan nama Allah dan
melarang makan dari sembelihan yang tidak disebutkan nama-Nya. Dia
berfirman,
“Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama
Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.” (QS. Al-An’am: 118)
Hingga firman-Nya,
“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut
nama Allah ketika menyembelihnya . Sesungguhnya perbuatan yang semacam
itu adalah suatu kefasikan.” (QS. Al-An’am: 121)
Penyembelihan karena selain Allah adalah syirik besar, untuk tujuan
apa pun, baik untuk menyembuhkan orang yang sakit, sebagaimana yang
mereka sangka, maupun tujuan lainnya. Orang yang memerintahkan kerabat
orang yang sakit supaya menyembelih sembelihan dengan tidak menyebut
nama Allah adalah seorang dukun yang memerintahkan kesyirikan. Oleh
karena itu, wajib melaporkan kepada pemerintah mengenai praktik dukun
tersebut, agar menangkapnya dan membebaskan umat Islam dari
kejahatannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan buat kita
obat-obatan yang mubah untuk mengobati orang yang sakit. Yaitu, dengan
pergi kepada dokter, rumah sakit, dan berobat dengan pengobatan yang
berguna lagi dibolehkan. Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala
mensyariatkan kepada kita ruqyah dengan kitab-Nya, dengan membacakan
pada orang yang sakit dari kitab Allah dan kita memohon kesembuhan
kepada Allah dengan doa-doa yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dengan ini cukup untuk orang yang beriman,
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan
mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang
(dikehendaki)Nya.” (QS. Ath-Thalaq: 3)
Adapun para dukun tersebut, maka mereka adalah para pendusta dan para
dajjal yang bermaksud untuk merusak akidah umat Islam serta memakan
harta orang lain dengan batil. Oleh karena itu, mareka tidak boleh
dibiarkan mengelabui dan menyesatkan manusia, bahkan wajib menolak dan
menghentikan kejahatan mereka.
Membiarkan mereka merupakan kemungkaran terbesar dan membuat
kerusakan di muka bumi. Setiap muslim wajib memelihara akidahnya. Ia
tidak boleh mengobati badannya dengan sesuatu yang akan merusak agama
dan akidahnya. Ia tidak boleh pergi kepada para dajjal tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang
dikatakannya, maka ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada
Muhammad.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi).
Kitab ad-Da’wah, fatwa-fatwa Syaikh Shalih al-Fauzan, jilid 1, hal. 28-30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar